Dosen-ITN-Malang-Kembang-Spray-Anti-Jamur-Dari-Produk-Samping-Biodisel

Maraknya penggunaan biodisel di Indonesia saat ini, membuat dosen Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berpikir lain. Dia bukan ikut berlomba mengembangkan biodisel, malah mencari dari limbah biodisel untuk dimanfaatkan lagi menjadi barang berharga. Dosen itu adalah Mohammad Istnaeny Hudha, ST, MT, dosen teknik kimia ITN Malang.

Ditemui di ruang kerjanya pria yang akrab disapa Istnaeny terbut bercerita pengalamannya meneliti limbah biodisel menjadi spray anti jamur dan alternatif pupuk kalium. Menurutnya dalam produksi biodisel dari minyak goreng bekas menyisakan produk samping berupa gliserol atau gliserin. Gliserol inilah yang menarik perhatiannya untuk diteliti lebih lanjut.

Pria asal Lamongan tersebut melakukan acidivikasi atau penambahan asam terhadap terhadap gliserol sehingga kaliumnya dapat terikat. Kalium inilah yang digunakan untuk spray anti jamur dan pupuk kalium. “Untuk spray kita sudah melakukan uji coba terhadap jamur putihdi daun mangga, dan hasilnya bagus,” kata alumni magister ITN Surabaya itu.

Sementara untuk pengembangan pada pupuk kalium, merupakan lanjutan dari penelitian yang dilakukan sebelumnya. Dalam penelitian ini, Istnaeny berupaya mendapatkan kondisi paling optimum dalam pemurnian gliserol dengan target gliserol murni sehingga dapat menghasilkan kalium paling baik yang dapat digunakan untuk bahan alternatif pupuk kalium. (her)