Perkuat Persatuan, ITN Malang Bekali Mahasiswa Baru dengan Bela Negara

Kesadaran bela negara dibentuk dari keberagaman yang ditumbuhkan menjadi persatuan. Hal ini disadari betul oleh ITN Malang dengan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dengan keragaman budaya. Untuk itulah semua mahasiswa baru ITN Malang wajib mengikuti diklat pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan dalam PKKMB Tahun Akademik 2017/2018 di Dokdikjur Bela Negara Rindam V Brawijaya.

Kerjasama ITN Malang dengan Rindam V Brawijaya dalam pemberian materi PKKMB bukan hal baru lagi. Di tahun-tahun sebelumnya materi diberikan saat PKKMB di kampus, namun ini kali pertama seluruh mahasiswa baru akan dibekali materi di Rindam V Brawijaya selama dua hari Kamis s.d Jumat (14-15/9).

 

Perkuat Persatuan, ITN Malang Bekali Mahasiswa Baru dengan Bela Negara

Perkuat Persatuan, ITN Malang Bekali Mahasiswa Baru dengan Bela Negara

 

“Kecintaan kepada bangsa dan negara sangat penting. Dengan kegiatan bela negara ini kedepannya akan berdampak pada kehidupan mahasiswa di kampus. Salah satunya memupuk kedisiplinan dalam kuliah dan cara belajar. Ini juga akan memupuk kecintaan pada lembaga dan institut,” jelas Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., sebelum penyerahan mahasiswa kepada Rindam V Brawijaya, Kamis (14/9).

Kasubdit Lingkungan Pendidikan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Kolonel (Arh) Eddy Endrayana, ST., menjelaskan, ini merupakan langkah strategis dari ITN Malang. Selain menanamkan kemampuan bela negara juga membekali mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan kampus.

“Yang dihadapi kampus tidak hanya kenakalan mahasiswa telat datang saja, tapi juga bahaya narkoba, separatis, radikalisme. Mahasiswa adalah masa depan bangsa yang nantinya menjadi pemimpin-pemimpin bangsa,” jabarnya.

Kolonel (Arh) Eddy Endrayana menambahkan, di Rindam V Brawijaya mahasiswa baru ITN Malang datang dari seluruh penjuru Indonesia akan dididik sehingga ingat akan jati diri bangsa, cinta pada bangsa dan negara.

Dalam kegiatan tersebut mahasiswa baru ITN Malang akan mendapat materi tentang empat pilar kebangsaan antara lain : wawasan kebangsaan, pilar-pilar kebangsaan, tatanan bela negara, dan ketahanan nasional, serta defille untuk materi di lapang.

“Di sini bukan berarti mahasiswa dididik jadi militer, karena bela negara sendiri bukan wajib militer. Kami membentuk sikap, perilaku dan karakter sehingga jiwa dan batinnya akan tumbuh cinta kepada bangsa Indonesia. Kalau cinta pada Inonesia otomatis dia akan cinta pada diri sendiri, lingkungan, kampus dan negara secara otomatis,” pungkasnya. (mer/humas)