Inayah Gadis Penyuka Mesin, Ubah Mesin GY6 125cc untuk Disability Car

Mobil pribadi maupun mobil transportasi umum yang ada saat ini kurang ramah bagi kaum difabel. Kalaupun ada kebanyakan hanyalah motor roda dua yang dimodifikasi menjadi motor roda tiga. Ataupun modifikasi sepeda motor berbak, namun difabel harus berpindah dari kursi roda ke motor. Hal ini menjadi keprihatinan Inayah Nur’aini Lathifah. Hobinya mengotak-atik mesin mendorongnya merancang sebuah disability car.

Inayah Gadis Penyuka Mesin, Ubah Mesin GY6 125cc untuk Disability Car

Inayah Gadis Penyuka Mesin, Ubah Mesin GY6 125cc untuk Disability Car

Mahasiswa Teknik Mesin D-III ITN Malang ini memaparkan, untuk memudahkan para difabel maka interior kendaraan diubah sedemikian rupa sehingga difabel bisa menggunakan kursi roda sebagai kursi pengemudi. “Kendaraan ini menggunakan sepeda motor matic yang dimodifikasi, saya memakai mesin motor tipe GY6 125cc sebagai tenaga penggerak,” ujarnya saat ditemui di Kampus I ITN Malang, Kamis (28/9).

 
Bersama teman-temannya, mesin yang telah dimodifikasi dengan tambahan roda ini kemudian diberi pelindung berbentuk mobil. Pintu masuk ke dalam mobil dibuat lebar sehingga difabel bisa masuk bersama kursi rodanya.
Ia menggambarkan, di bagian belakang mobil terdapat ram, sehingga kursi roda bisa leluasa masuk. Setelah di dalam maka ramnya naik, dan pintu akan tertutup. Untuk menjamin safety, kursi roda diberi tambahan pengunci agar tidak bergerak dan bergeser saat di dalam kendaraan. Keunggulan lain bagi difabel semuak kontrol memakai tangan, baik untuk keluar masuk, maupun dalam mengendalikan kendaraan.
Sesuai dengan kosentrasi jurusannya Teknik Mesin, Inayah memfokuskan diri pada permesinan. Ia memanfaatkan mesin GY6 dengan tipe mesin 152QMI, dan menggunakan sistem pengapian CDI-DC dimana karburator sebagai sistem tenaga. Untuk penyuplai energi listrik dan proses pengapian kendaraan menggunakan alternator 20 amper. Dengan mesin berkapasitas 125cc, mesin ini memiliki daya sebesar 6,8 HP dan torsi sebesar 5,102 lbft pada putaran mesin 7000rpm.

 
Disability Car yang didesain hanya satu pengemudi tanpa penumpang ini sudah melalui tes drive dan mampu menempuh jarak 40 km/jam. Hasil karyanya ini tertuang dalam skripsinya yang berjudul “Modifikasi Mesin pada Disability Car Menggunakan Mesin GY6 123cc” dan sudah dipatenkan lewat ITN Malang.

 
Dara yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin D-III ini mengaku senang sekaligus kaget. Inayah tidak menyangka akan menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3,54. Selama ini ia merasa kuliahnya biasa-biasa saja. Dari masa sekolah dahulu ia sering belajar dengan praktek. Seringnya asik dibengkel membetulkan mobil akhirnya membawanya masuk ke Teknik Mesin D-3 ITN Malang. (mer/humas)