VCC ITN Malang Sabet Medali Silver di Ajang Penabur International Choir Festival 2017 1

Vox Coeleistis Choir” Paduan Suara Mahasiswa ITN Malang berhasil menyabet medali silver dalam ajang Penabur International Choir Festival (PICF) 2017, yang diadakan oleh BPK Penabur Jakarta, September lalu. Prestasi ini didapat dari dua kategori, mixed youth choir dan folklore.

Vox Coeleistis Choir (VCC) ITN Malang nyaris menyabet emas dalam kategori folklore, sedangkan kategori mixed youth choir harus puas di angka 70.5. “Kategori folklore kami mendapat nilai 79.73, kurang sedikit saja sebenarnya kami bisa merah emas. Karena untuk mendapatkan gold kami harus mengumpulkan nilainya 80 sampai 100. Sedangkan medali silver nilai antara 60 – 79.99 dan di bawah 60 mendapat medali bronze,” ungkap Cirilus Yulian Gati Kurniawan, Ketua Pelaksana pemberangkatan lomba.

Bersaing dengan puluhan tim dari berbagai negara seperti Filipina, Malaysia dan 16 provinsi di Indonesia. VCC membawakan lagu Ave Maria dan Kidung Rumekso ing Wengi dalam kategori mixed youth choir. Suara merdu mengalun senada dengan indahnya gaun warna toska yang dikenakan wanita dan setelan jas putih bagi laki-laki. Dalam kategori folklore, VCC membawakan lagu Luk Luk Lumbu (dari daerah Banyuwangi) dan lagu Tarek Pukat (dari daerah Aceh). Memboyong busana daerah Aceh dengan memadukan warna merah dan hijau membuat lagu makin rancak.

Untuk meraih prestasi ini tidak mudah bagi VCC ITN Malang. Kendala latihan sesampainya di Jakarta sempat mereka hadapi. “Di sana tempat latihan tidak ada, jadi kami harus mencari sendiri. Untungnya di dekat penginapan di Rawamangun ada GOR yang bisa kita pinjam,” kata mahasiswa elektro semester tujuh ini.

VCC ITN Malang Sabet Medali Silver di Ajang Penabur International Choir Festival 2017

VCC ITN Malang Sabet Medali Silver di Ajang Penabur International Choir Festival 2017

Sebelumnya VCC sudah menyiapkan tim sejak tujuh bulan yang lalu. Meski dari bulan Maret latihan, namun untuk mengumpulkan anggota sampai lengkap sempat mengalami kesulitan. “Kami harus menyiapkan fisik, mental dan latihan rutin di sela-sela perkuliahan,” ungkap Reynaldi Senolinggi Ketua UKM Vox Coeleistis Choir.

Bahkan sebelumnya jumlah tim ada 27 orang, namun menurutnya dua orang mengundurkan diri karena kepentingan keluarga. Menumbuhkan rasa saling memiliki, kekeluargaan, dan komitmen tidaklah mudah. “Mau berapapun yang datang kalau komitmennya kuat pasti apa yang kita cita-citakan akan terlaksana. Caranya ya bagi-bagi tugas agar mereka merasa dibutuhkan,” kata mahasiswa asli Toraja ini.

Maka dari itu sebelum menuju PICF 2017 Jakarta, Vox Coeleistis Choir mengadakan karantina selama dua malam di rumah Amril Huda alumni ITN Malang sekaligus ex conductor VCC. Meski mayoritas mahasiswa baru dari angkatan 2016 namun keberhasilan tim dengan conductor Herdi Guntur Satria, ST., ini merasa senang meskipun baru dapat medali silver. Potensi mahasiswa baru inilah yang akan terus digali dan dikembangkan oleh VCC untuk mengharumkan nama almamater. (mer/humas)