Giat Tingkatkan Jumlah Paten, Tahun ini Kemenristekdikti Targetkan 290 Paten

Pemerintah Indonesia sedang giat-giatnya meningkatkan jumlah paten melalui Direktorat Jenderal Penguatan Ristek dan Pengembangan Kemenristekdikti. Untuk tahun ini kemenristekdikti menargetkan 290 pendaftaran paten dari perguruan tinggi seluruh Indonesia.

“Sudah terjaring 800 dari hampir 6.000 proposal penelitian yang mengarah kepaten. Jadi dari tiap tempat rata-rata ada 80 proposal tak terkecuali dari kegiatan yang sekarang diadakan di Kota Batu,” terang Drs. Endang Taryono, Kasubdit Valuasi dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Direktorat Pengelolaan KI Kemenristekdikti, saat ditemui di sela-sela acara Pelatihan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang Berpotensi Paten, di Hotel Golden Tulip Kota Batu, Senin (13/11).

Proposal tersebut terkumpul mulai bulan Agustus 2017 lalu dari 10 kota antara lain, Bandung, Jakarta, Semarang, Jogja, Denpasar, Makasar, Medan, Padang, Surabaya dan terakhir di Malang. Dari pelatihan ini akan terkumpul dokumen paten, yang nantinya akan didaftarkan ke Dirjend KI.

“Lolos tidaknya dari sini (pelatihan, Red). Dari 80 proposal perkota sekitar 50-60 persen yang lolos dan akan didaftarkan paten,” ungkapnya.

Proses pendaftaran paten membutuhkan waktu hampir 36 bulan. Pendaftaran paten yang lama ini menurutnya karena ada proses pemeriksaan substansi dan kebenaran dari invensi yang diajukan, termasuk siapa pencipta serta yang merawat setelah diberikan paten.

“36 bulan ini lebih singkat dari yang tadinya membutuhkan waktu sampai 5 tahun. Paten sendiri ujung-ujungnya adalah komersialisasi dan bisa bermanfaat untuk masyarakat luas,” tegasnya.

Menurutnya paten biasa masa berlaku 20 tahun, sedangkan paten sederhana 10 tahun dan tidak dapat diperpanjang. Setelah 10 tahun sudah kadaluarsa maka produk tersebut boleh diproduksi bebas. “Tapi kalau masih dalam masa aktif tidak boleh diproduksi oleh orang lain tanpa sepersetujuan,” jelasnya.

ITN Malang sebagai tuan rumah pelatihan juga turut menyumbangkan hasil penelitian. Menurut Dr. Dimas Indra Laksmana, ST.,MT., Ketua Sentra KI, ITN sudah memiliki 8 paten dan 160 hak cipta. “Ini belum termasuk yang ikut dalam pelatihan sekarang ada 8 proposal calon paten. Jadi kalau lolos total nanti ada 16 paten dan kurang lebih 165 hak cipta,” saat ditemui ditempat yang sama. (mer/humas)