Profesor Ocky : Seminar Internasional Cara Cepat Mengangkat Reputasi PT

Seminar internasional adalah salah satu bentuk tanggung jawab seorang peneliti dari apa yang sudah dicapai. Selain itu berfungsi pula dalam penyebaran hasil riset di kalangan peneliti sebagai pertukaran informasi/sharing bagi mereka yang mempunyai kesamaan bidang sehingga bisa meningkatkan kolaborasi atau kerjasama. Hal inilah yang disampaikan oleh Prof.Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat seusai memberikan materi dalam seminar internasional di Kampus II ITN Malang, Sabtu (2/12).

“Saya melihat international conference dengan rencana prosidingnya akan diindeks oleh scopus. Inilah cara tercepat untuk meningkatkan reputasi perguruan tinggi melalui publikasi pada prosiding,” jabarnya seusai memberikan materi pada peserta seminar.

Prof. Ocky yakin melalui tulisan prosiding dalam waktu 6 bulan akan tersebar secara luas dan jumlahnya meningkat serta akan terpublikasi oleh ScienceDirect yang merupakan bagian dari scopus. “Scopus akan mengindeks hasil penelitian, kajian pustaka, prosiding dan buku,” tambahnya.

Profesor Ocky : Seminar Internasional Cara Cepat Mengangkat Reputasi PT

Profesor Ocky : Seminar Internasional Cara Cepat Mengangkat Reputasi PT

Seminar Internasional bertajuk “International Conference on Engineering Technology and Applied Science (ICES) 2017” yang dihelat oleh ITN Malang juga mendapat apresiasi positif dari Prof. Ocky. “Saya apresiasi ITN sudah mengadakan international conference. Apalagi dengan mengundang para pembicara dari luar negeri. Karena pada level seminar internasional paling tidak harus ada 5 pembicara dari lima negara,” terangnya.

Tema ini sejalan dengan program nawacita presiden. Menurut Prof. Ocky ada 8 prioritas yakni, pangan dan pertanian, energi dan energi terbarukan, kesehatan, pertahanan, produk rekayasa tekni, kemaritiman, sosiohumaniora dan material maju. Sedangkan sebagai prioritas sampai tahun 2018 ada 3 yaitu, pangan dan pertanian, energi dan energi terbarukan dan maritim.

Prof. Ocky menambahkan, bahwa untuk meningkatkan SDM maka kemampuan menulis harus diperkuat. “Ini sedang kita lakukan dengan mengadakan pelatihan program klinik manuskrip di 20 lokasi di Indonesia. Karena suport pemerintah tidak hanya menyediakan dana riset terapan tapi juga kearah hilirisasi dan komersialisasi,” pungkasnya. (mer/humas)