37 Tim Mahasiswa se-Indonesia Siap Adu Kuat Tekan Beton di ITN Malang

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang akan menguji kekuatan beton dari sekitar 37 tim mahasiswa se-Indonesia dalam gelaran Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) 2017 pada Sabtu 13 Januari 2018 mendatang. Ini merupakan kali pertama Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) S1 ITN Malang menggelar LKTB tingkat nasional.

“Sebelumnya kami menggadakan tingkat regional, namun karena antusias mahasiswa tinggi jadi untuk tahun ini kami perluas (nasional),” terang Febri Setiawan, Ketua Pelaksana LKTB 2017.

Mahasiswa asli Malang ini menjelaskan bahwa lomba LKTB berusaha mengajak mahasiswa untuk mengasah kemampuan dalam berinovasi membuat beton mutu tinggi dengan biaya yang ringan. “Kebanyakan secara teori beton mutu tinggi kondisinya berat. Semakin berat maka semakin mahal kontruksi gedung tersebut. Dengan lomba ini diharapkan ditemukan beton terbaik, kuat, namun juga ringan,” terangnya.

Lomba kuat tekan beton mahasiswa berbeda dengan lomba LKTB tingkat SMK. Menurut Febri biasa disapa, bila sebelumnya peserta melakukan mixing di ITN Malang, kali ini mereka melakukan mixing di kampus masing-masing. Secara serempak peserta sudah melakukan mixing tanggal 16 Desember 2017 yang lalu. Pada saat mixing peserta diwajibkan merekam dengan menggunakan video, mulai dari pengenalan anggota sampai penempelan nomor seri uang. Sedangkan beton yang harus dibuat berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm.

“Video ini untuk melihat bahwa mereka benar-benar membuat beton sendiri, dengan maksimal durasi 20 menit, dan sudah dikirim ke panitia tanggal 17 Desember kemarin,” tambahnya.

Untuk mengatasi kecurangan, panitia mewajibkan peserta menempel nomor seri yang tertera pada uang lembaran dua ribuan. “Pada saat mixing dan menempel nomor seri harus diperlihatkan dalam video. Dan penempelan nomor seri ini baru diberikan sehari sebelum proses pembuatan beton,” jabar mahasiswa semester lima ini.

Pembuatan video juga menjadi salah satu penilaian bagi panitia yakni 10%, berat beton 40% dan kuat tekan beton bernilai 50%. “Nanti tanggal 13 Januari 2018 saat testing day beton-beton tersebut akan dibawa ke ITN Malang untuk menentukan pemenangnya,” pungkasnya. (mer/humas)