Kembangkan Teknologi Ramah Lingkungan, FTI ITN Malang Gelar SENIATI 2018q

Berkembangnya industri, manufaktur dan jasa mengakibatkan konsekuensi pada meningkatnya dampak polusi. ITN Malang sebagai institusi pendidikan yang konsen dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan berupaya merespon dengan mengadakan Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri (SENIATI) 2018.

 

SENIATI merupakan kegiatan rutin dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang yang dihelat setiap tahun. SENIATI diharapkan menjadi wadah para akademisi, praktisi, masyarakat pemerhati di bidang teknologi industri, pemerintahan dan industri dalam menyampaikan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang teknologi industri. Selain itu juga sebagai sarana pengembangan riset dan penerapannya di bidang teknologi industri dalam upaya pengembangan teknologi yang ramah lingkungan.

 

“Kegiatan ini sudah rutin kami adakan tiap tahun, dari sini (SENIATI) diharapkan muncul ide-ide dalam bidang pendidikan, keilmuwan berkelanjutan,” kata Dr.Ir. Nelly Budiharti, MSIE,IPM., Ketua Pelaksana saat ditemui di sela-sela persiapan SENIATI, Sabtu (26/1).

 

Menurut Nelly biasa disapa, industri dan manufaktur dunia tengah bersiap menghadapi revolusi industri 4.0. Revolusi 4.0 mengintegrasikan dunia online dengan semua lini produksi dalam industri. “Setiap 20 tahun sekali ada perubahan dalam dunia industri, ini tidak bisa dihindarkan maka perlu dipersiapkan,” terangnya.

 

Untuk itulah SENIATI 2018 mengangkat tema “Green Technology and Sustainable Innovation”. Dari kegiatan tersebut diharapkan akan tercipta kolaborasi antar peneliti dalam bidang riset dan pengabdian masyarakat.

 

Menghadirkan tiga keynote speakers, Dr.Ir. Wawan Rusiawan, MM., (Direktur Riset dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF)), Prof.Ir.I.N.G. Wardana, M.Eng,PhD., (Peneliti bidang Advance Technology dan peraih penghargaan tingkat dunia; penemu alat konversi minyak jelantah menjadi hidrogen), dan Prof. Erry Yulian Triblas Adesta, PhD. (Profesor dan Dekan Fakultas Teknik, Universitas Islam Internasional Malaysia). Acara akan digelar di hari Sabtu, 3 Februari 2017, di Kampus II ITN Malang.

 

“Dr.Ir. Wawan Rusiawan kita ketaui bersama merupakan Direktur Riset dan Pengembangan BEKRAF, Prof Wardana terpilih dan mendapatkan penghargaan peneliti dunia, sedangkan Prof Erry konsen dengan pengembangan green technology,” tambahnya.

 

Peserta/pemakalah dari seluruh Indonesia nantinya akan dikelompokkan sesuai dengan masing-masing jurusan, sehingga ada interaksi antar peneliti. Istimewanya makalah nantinya akan di-online-kan lewat prosiding. “Makalah-makalah yang baik akan kami tawarkan untuk masuk jurnal sesuai dengan bidang ilmu masing-masing,” tandasnya.(mer/humas)