Cookies Spi Nice, Camilan Sehat untuk Semua Usia

Makanan ringan atau snack biasanya menjadi camilan selingan yang disukai anak-anak maupun orang dewasa. Snack yang banyak dijual di pasaran tidak semuanya sehat dan aman dikonsumsi, bahkan bisa-bisa mengakibatkan konsekuensi negatif bagi tubuh. Selain jumlah kalori berlebih, juga tak jarang mengandung banyak zat aditif seperti pengawet, pewarna dan pemanis buatan, lemak trans, karbohidrat, dll.

Untuk itulah Laboratorium Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengembangkan kue cookies berbahan mikroalga spirulina dengan merek “Spi Nice”. Cookies spirulina Lab Teknik Kimia di keluarkan dalam dua varian, ori dan rasa keju dengan berat masing-masing 200 gram seharga 20 ribu rupiah saja.

“Kue ini merupakan snack sehat yang bisa menggantikan jajanan anak yang biasa mereka beli,” terang Faidliyah Nilna dosen sekaligus pengembang dari produk kue cookies “Spi Nice” bersama Dra. Siswi Astuti, M.Pd.

Cookies Spi Nice, Camilan Sehat untuk Semua Usia

Cookies Spi Nice, Camilan Sehat untuk Semua Usia

Cookies “Spi Nice”berbahan dasar spirulina yang kaya protein ini, bagi anak-anak bermanfaat untuk pertumbuhan, meningkatkan fungsi otak/ kognitif, kesehatan mata dan gigi. Sedangkan manfaat lain untuk orang dewasa diantaranya, membantu menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol dalam darah, mencegah osteoporosis, dan masih banyak lagi.

Membuat cookies dari spirulina gampang-gampang susah. Seperti pemaparan Siswi sapaan akrab Dra. Siswi Astuti, M.Pd., selain powder spirulina, bahan dasar pembuatan cookies juga membutuhkan tepung terigu, telur, gula dan mentega. Perlu diperhatikan kalau membuat cookies rasa keju maka tidak perlu ditambahkan telur ke dalam adonan. “Keju proteinnya sudah tinggi, jadi tidak perlu ditambah telur karena nanti akan menjadi berlebih (protein). Ini bisa disesuikan dengan kebutuhan,” terangnya.

Sedangkan untuk warna cookies, Siswi tetap mempertahankan warna hijau alami dari spirulina. Untuk mempertahankan warna spirulina ini menurut Siswi membutuhkan kecermatan, ketepatan dan kesabaran. Caranya dengan memanggang cookies di bawah 70° C agar selain warnanya bertahan juga tidak mematikan kandungan alami spirulina.

“Misalnya pemanggangan terlalu tinggi maka zat warna akan hilang terurai, jadi hanya membutuhkan sekitar 60° C selama 30-40 menit,” tambahnya.

Keistimewaan cookies buatan Lab Kimia ITN Malang ini, selain berbahan dasar spirulina yang kaya protein, cookies bertekstur renyah ini juga tanpa bahan pengawet dan pewarna buatan, serta memiliki daya simpan sampai satu tahun. (mer/humas)