Ketua FORTEI Regional VII Jatim Ingatkan Jurnal Lolos Scopus Perlu di-Maintenance

Jurnal ilmiah terakreditasi atau bereputasi nasional menjadi target keluaran riset dosen. Bahkan bisa lolos scopus menjadi prestise tersendiri bagi dosen dan lembaga pendidikan. Harapan ini disampaikan oleh Dr.Eng. Ardyono Priyadi, ST. M.Eng., Ketua FORTEI Regional VII Jawa Timur saat membuka workshop “Penguatan Jurnal” yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Elektro S-1 bekerjasama dengan FORTEI Regional VII Jawa Timur, Sabtu (24/2).

Mengingat masih sedikitnya jurnal di Indonesia yang lolos scopus, kedepannya Ardyono begitu akrab disapa berharap semua perguruan tinggi mempunyai jurnal yang bisa masuk scopus. “Jangan lupa, setelah masuk scopus maka perlu di-maintenance dengan baik,” katanya dihadapan sekitar 50 dosen dari perguruan tinggi negeri dan swasta anggota FORTEI Regional VII.

Ketua FORTEI Regional VII Jatim Ingatkan Jurnal Lolos Scopus Perlu di-Maintenance

Ketua FORTEI Regional VII Jatim Ingatkan Jurnal Lolos Scopus Perlu di-Maintenance

Ardyono juga menyinggung adanya seminar internasional yang di blacklist baik oleh Dikti maupun dunia internasional. Biasanya ini terjadi karena pengurusnya kurang bekerjasama dengan IEEE. “Ini kalau terlalu banyak (blacklist) maka akan mempengaruhi citra Indonesia,” tambahanya.

Ardyono juga mengungkapkan bahwa masih ada translate jurnal yang kurang bagus, karena editornya kurang kompeten. “Masih ada bahasa Indonesia yang muncul di situ (jurnal), dengan adanya ini (workshop) kita punya tanggung jawab bahwa publikasi tidak lagi di-delay oleh Dikti,” lanjutnya.

Sedangkan Dr. Ir. Kustamar, MT., Wakil Rektor I ITN Malang mengatakan, pengelolaan jurnal kedepannya bisa semakin maju dan jurnal menjadi icon perguruan tinggi. Semangat dan antusias para dosen dalam mengikuti workshop diharapkan bisa membuahkan sesuatu untuk perbaikan jurnal.

“Saya berharap kita punya fanpage (halaman khusus) untuk bisa membantu dan mempermudah aplikasi dari para dosen,” katanya. (mer/humas)