Samakan Persepsi Assessor, Kopertis Wilayah VII adakan Workshop Penyamaan Persepsi Penilaian Kinerja Dosen

Jabatan akademik merupakan salah satu poin penting dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan pemenuhan sumber daya iptek, sesuai dengan ketentuan dan pedoman lembar kerja dosen. Demikian penjelasan R. Petrus Subekti, SH.,M.Si., Kepala bidang Akademik Kemahasiswaan dan Ketenagaan Kopertis Wilayah VII, saat membuka workshop “Penyamaan Persepsi Penilaian Kinerja Dosen” di Hotel Savana Malang, Kamis (1/3).

Petrus mengatakan, seorang assessor harus mengikuti persamaan persepsi sebelum mengusulkan jabatan akademik dosen. “Ada regulasi baru yang harus diketahui assessor. Makanya perlu adanya persamaan persepsi agar tidak ada kesalahan pengusulan,” katanya.

Ia menjelaskan dosen tetap yayasan maupun PNS di Jawa Timur per-Februari 2018 sejumlah 18.800 dosen. Terdiri dari 500 lektor, 300 lektor kepala, dan 126 guru besar, sedangkan yang masih belum mempunyai jabatan akademik sejumlah 10.700 dosen, “10 tahun seharusnya dosen wajib memiliki sertifikat. Kenyataannya yang tersertifikasi sesuai data terbaru baru sekitar 5.767, dan sisanya 13.000 belum mempunyai sertifikasi peneliti,” jabarnya.

Menurut Petrus, target-target penyelesaian baik jenjang kualifikasi dan jabatan akademik pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, namun perlu bermitra dengan seluruh komponen perguruan tinggi.

Workshop diikuti oleh sekitar 52 peserta yang datang dari berbagai universitas di Jawa Timur. Sebagai tuan rumah kegiatan Institut teknologi Nasional (ITN) Malang mendelegasikan empat dosen sebagai peserta. (mer/humas)