Ubah Budaya Tutur Menjadi Tulis, Himpunan Mahasiswa Geodesi Gelar Workshop Karya Tulis Ilmiah

Mengubah budaya tutur menjadi budaya tulis memang menjadi pekerjaan rumah bagi semua. Tidak serta merta menghilangkan budaya tutur sebagai budaya berceritera, namun budaya tulis juga sangat penting khususnya bagi kalangan akademisi. Untuk memberi motivasi pentingnya budaya tulis maka Himpunan Mahasiswa Geodesi (HMG) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar workshop “Karya Tulis Ilmiah”, Selasa (13/3).

Sebanyak 95 mahasiswa Teknik Geodesi dari angkatan 2015, 2016, dan 2017 dengan seksama mengikuti materi dari dua pembicara yakni, Alifah Noraini, ST., MT dan Dr. Eng. Aryuanto Soetedjo, ST.,MT. Karya tulis Ilmiah memang tidak asing lagi di benak kaum terpelajar seperti Mahasiswa. Tetapi, banyak juga yang belum mengetahui pentingnya karya tulis ilmiah.

Ubah Budaya Tutur Menjadi Tulis, Himpunan Mahasiswa Geodesi Gelar Workshop Karya Tulis Ilmiah

Ubah Budaya Tutur Menjadi Tulis, Himpunan Mahasiswa Geodesi Gelar Workshop Karya Tulis Ilmiah

Dimas Fajar Utoro, Ketua Pelaksana menuturkan, antusiasme mahasiswa Teknik Geodesi patut diacungi jempol. Ini terlihat penuhnya peserta yang memadati aula Kampus I ITN Malang. “Bangga juga, karena mahasiswa Teknik Geodesi sangat antusias mengikuti workshop. Kami merasa senang bisa membagikan pengetahuan tentang cara menulis karya ilmiah yang baik, dan ini harus diketahui oleh mereka,” tuturnya saat ditemui seusai acara.

Namun demikian, awalnya mahasiswa yang sedang menempuh semester enam itu merasa pesimis karena khawatir peminatnya sedikit. Tetapi, di balik pesimisnya tersimpan harapan besar untuk pasca penyelenggaraan workshop karya tulis Ilmiah. “Harapan kami, semoga workshop ini dapat menumbuhkan niat mahasiswa dalam menulis karya ilmiah,” tambahnya sembari tersenyum lebar. (Ni Made Novita Rizki Arthayani/mer)