Fitra Rani Klida Afiani, pembawaannya yang ramah membuat siapa saja akan tertarik padanya. Tidak hanya cantik namun juga punya prestasi akademik yang istimewa. Sehingga tidak salah lagi kalau pemilik IPK 3.96 ini dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada Wisuda ke-59 Periode I Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Tahun 2018.

Lahir dari keluarga biasa dari pasangan Sukari dan Wakidah, Fitra biasa disapa merupakan sosok wanita yang tangguh. Untuk membantu orang tuanya, sejak sekolah di SMKN 5 Malang dia sudah bekerja dengan jualan online. “Bapak saya bekerja sebagai buruh pengrajin rotan, sedangkan ibu hanya ibu rumah tangga. Jadi saya bekerja untuk meringankan beban mereka,” ungkapnya.

Selama kuliah di Teknik Informatika S-1 ITN Malang, Fitra tidak hanya meneruskan jualan onlinenya namun juga bekerja di berbagai tempat. Diantaranya sebagai staf administrasi di Dinas Pendidikan Kota Malang, SPG HP, karyawan loundry, customer service di Ayam Bebek Goreng Nelongso, SPG sampai IT Support DNR Bazaar. Mengaku sudah merasakan manis getirnya bekerja, Fitra kadang mulai kerja dari jam 3 sore sampai jam 3 pagi sedangkan keesokannya harus kuliah. “Sebenarnya 8 jam (kerja) tapi loyalitasnya saya menunggu teman-teman sampai selesai. Akhirnya sering mendapat teguran dari bapak,” imbuhnya yang hanya bekerja 2-3 bulan di pekerjaan ini.

Fitra Rani Klida Afiani, Wisudawan Terbaik ITN Malang Rancang Aplikasi untuk BPTP Jatim

Fitra Rani Klida Afiani, Wisudawan Terbaik ITN Malang Rancang Aplikasi untuk BPTP Jatim

Kuliah sambil bekerja mengharuskan Fitra untuk pandai-pandai membagi dan mengatur waktu. Belum lagi dia masih harus menjalankan kewajibannya sebagai instruktur Lab Data Base Sistem Informasi. “Saya seperti tidak ada waktu untuk belajar. Kuncinya sih yang penting fokus saat kuliah,” akunya.

Meskipun sibuk bekerja dan kuliah dara kelahiran Malang ini tidak lupa menorehkan penghargaan seperti ikut partisipan tim lolos tahap II Gemastik IX tahun 2016 dengan tema “LULU Smart Talking Pot”, dan partisipan tim PKM 5 lolos didanai Kemenristek Dikti tahun 2016.

Melengkapi prestasinya, dalam tugas akhir Fitra membuat aplikasi “Penerapan K-Means Clustering Untuk Mengetahui Varietas Padi Unggul Produksi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur”. Melalui aplikasinya ini Fitra berhasil membantu BPTP dalam mendukung pengambilan keputusan mengenai varietas unggul padi yang dapat didistribusikan ke petani.

“Selama ini data hanya berbentuk nota-nota, maka saya buatkan aplikasi agar bisa terkomputerisasi,” terangnya.

Aplikasi tersebut dilengkapi dengan menu antara lain, data padi, hasil pengelompokan, data distribusi, laporan,data user, dan menu riwayat. Terdapat pula informasi tanggal dan waktu saat ini yang tertera di bawah header menu. Semua menu memberikan informasi yang detail mengenai jenis padi.

“Meskipun sudah digunakan aplikasi ini masih perlu pengembangan lebih jauh. Nanti yang mengembangkan adalah adik-adik mahasiswa dari ITN Malang juga yang sekarang sedang magang di sana (BPTP),” pungkas dara yang sangat mengagumi sosok ayahnya ini. (mer/humas)