English Competition, Mahasiswa ITN Malang Jago Ilmu Teknik dan Bahasa Inggris

English Competition digelar oleh Lab Bahasa Inggris Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan kompetisi tersebut sebagai bukti bahwa mahasiswa ITN tidak hanya jago dalam bidang akademik namun juga punya talenta dalam bahasa inggris.

Untuk kompetisi competition debate and speech tahun ini Lab Bahasa memakai sistem debat yang mengacu pada debate english parliamentary system. Sistem ini berkiblat pada kompetisi yang diadakan oleh Kopertis Wilayah VII.

Drs. Addy Utomo, MPd., Kepala Lab Bahasa menjelaskan, untuk kompetisi debat sistemnya ada 2 debeter dan 1 adjudicator. Dimana debater motionnya ada affirmative dan negative. Caranya, debater 1 berbicara yang akan didukung oleh debater 2, sedangkan adjudicator yang mengkondisikan atau menyimpulkan. “Sistem di Kopertis kami adopsi. Jadi saat mahasiswa kompetisi di sana (Kopertis) mereka sudah bisa beradaptasi,” jelasnya.

Sedangkan untuk kompetisi speech ada beberapa jenis yakni, speech for motivation, speech for persuasion, informative, impromptu. Kompetisi ini mahasiswa mau tidak mau didorong untuk bisa berbicara di depan umum sekaligus didorong untuk bisa mengembangkan kemampuannya dalam bahasa inggris. Mahasiswa ITN Malang mempunyai banyak bakat, dan inilah yang coba diangkat dan dikembangkan oleh Lab Bahasa.

Mengusung tema High Technology From Noble Heritage, Addy mengatakan tema ini sebagai penghargaan pada warisan nenek moyang. Indonesia memiliki budaya dengan teknologi yang tinggi. Ia mencontohkan adanya keris sebagai warisan yang kaya metalurgi (ilmu, seni, dan teknologi yang mengkaji proses pengolahan dan perekayasaan mineral dan logam) yang juga mengandung tetanium. Sekarang tetanium dipakai di depan pesawat untuk memecahkan udara. “Ini adalah nobel heritage. Jadi banyak hal-hal yang bersumber dari budaya masa lalu, dan sekarang dikembangkan. Nah, tema ini untuk mengingatkan akan hal itu,” bebernya.

Addy mengatakan, bisa berbahasa inggris yang baik dan benar diharapkan menjadi salah satu modal mahasiswa setelah lulus kuliah. “Mahasiswa ITN sudah ilmu tekniknya bagus, bahasa inggrisnya bagus, saya yakin bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional. Ini juga untuk menyongsong ITN Malang sebagai world class university,” pungkasnya. (mer/humas)