LPPM ITN Malang Sosialisasikan Panduan Penelitian Edisi XII

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia dengan mendorong peningkatan kepangkatan akademik. Pasalnya peningkatan kualitas SDM menjadi poin penting dalam penilai peringkat perguruan tinggi. “Ada empat poin penilaian peringkat perguruan tinggi yaitu, tata kelola, SDM, penelitian dan pengabdian serta kemahasiswaan. Dan, hari ini yang akan kita sosialisasikan adalah peningkatan penelitian,” terang Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., Rektor ITN Malang saat membuka acara “Sosialisasi Panduan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Edisi XII Bagi Dosen ITN Malang”, di auditorium Kampus I ITN Malang, Senin (9/4).

Rektor mengatakan sosialisasi ini sangat penting karena adanya perubahan aturan yang harus difahami oleh peneliti. Apalagi secepatnya ITN Malang mempunyai target naik kluster. “Tahun depan nanti dharapkan bisa mandiri, karena tahun ini kita masih di utama. Meski belum maksimal secara dana paling tidak bisa memanfaatkan secara maksimal, ini juga untuk kesejahteraan bersama,” terang pria asal Lombok ini.

Untuk itu ITN Malang tahun 2018 menargetkan 165 jurnal lolos Scoopus. Tentu saja untuk meningkatkan prestasi tersebut ada insentif khusus bagi para peneliti. “Tahun ini ada target 165 jurnal yang masuk Scoopus, bagi dosen yang melakukan riset akan mendapatkan insentif meskipun tidak terlalu besar tapi semoga cukup,” kata Lalu.

Mengenai peningkatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), rektor juga mengingatkan para dosen untuk membantu mahasiswa dengan memberikan bimbingan. Baik bagi mahasiswa yang belum lolos PKM maupun bagi mahasiswa yang sudah lolos PKM.

LPPM ITN Malang Sosialisasikan Panduan Penelitian Edisi XII

LPPM ITN Malang Sosialisasikan Panduan Penelitian Edisi XII

Sementara itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) mensosialisasikan buku Panduan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Edisi XII. Panduan tersebut memuat kebijakan seperti skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang disesuaikan dengan kluster perguruan tinggi. Skema tersebut menekankan pada tiga hal yakni, kompetitif nasional, desentralisasi dan penugasan.

Fourry Handoko, ST, SS, MT, Ph.D., Ketua LPPM ITN Malang mengatakan ada hal baru yang harus diketahui dosen sebelum memulai meneliti yakni pembuatan roadmap. “Peneliti harus mempunyai roadmap sebelum melakukan proses penelitian, Karena kalau tidak mempunyai roadmap maka penelitian tidak bisa didanai,” terang dosen asli Malang ini.

Dalam kesempatan tersebut Fourry juga menjelaskan bahwa peneliti harus mampu membedakan skema penelitian, mana yang masuk pada penelitian dasar, penelitian terapan, dan penelitian pengembangan. Tidak boleh tertukar dalam memberikan label. “Kalau penelitian dasar jangan dimasukkan ke penelitian pengembangan, ini keliru dan tentu saja tidak akan didanai,” imbuhnya. (mer/humas)