Pelajar SMA/SMK se-Malang Raya Belajar Arduino si Mikrokontroler di ITN Malang

Siapa sangka arduino yang selama ini dikenal untuk mengontrol semua aktifitas seperti mengendalikan motor, stepper, servo dan sebagainya ternyata awal munculnya didesain untuk kalangan desainer dan artis.

“Arduino sendiri munculnya dari Itali untuk kalangan yang bukan background elektro. Awalnya untuk meringankan kerja desainer dan artis dengan memanfaatkan komputer,” ungkap Dr.Eng. Aryuanto Soetedjo, ST.MT., saat menjadi pembicara “Workshop Arduino” tingkat SMA/SMK sederajat di ruang Amphi Gedung Elektro, Kampus I Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Sabtu (21/4).

Perkembangan arduino semakin luas dengan semakin berkembangnya kebutuhan manusia. Menurut Aryuanto, arduino bisa ditemukan dimana saja dan bersanding dengan aktifitas manusia. “Tanpa pengetahuan pemrogramanpun kita bisa menggunakan dan menguasai arduino,” lanjut dosen ITN Malang ini. Oleh sebab itu workshop arduino yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) S1 ini sangat diminati para siswa yang tertarik pada dunia elektronika.

Seperti dituturkan oleh Trio Wahyu Saputro, Ketua Pelaksana, penggunaan arduino tidak hanya sempit pada kalangan mahasiswa elektro saja, namun mahasiswa jurusan lain bahkan masyarakat umum juga memanfaatkan alat berbasis arduino baik dalam penelitian maupun kegidupan sehari-hari. “Jadi pada dasarnya semua orang sudah memanfaatkan arduino dalam kehidupan sehari-hari,” katanya di sela-sela acara.

Mahasiswa semester empat ini berharap setelah workshop nantinya peserta semakin mengenal dunia ardunio. Ilmu ini kelak juga bermanfaat sebagai bekal apabila ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan.

“Peserta setelah bisa memahami arduino nantinya bisa lebih kreatif dalam membuat alat. Dengan begitu akan lebih bisa berkembang lagi,” kata mahasiswa asli Kalimantan Timur ini.

Workshop Arduino selain menghadirkan pembicara dari kalangan dosen juga menghadirkan Hanif Abdurrachman, Ketua Robotik ITN Malang. Dari pemateri peserta akan dibekali pengenalan tentang arduino, pengenalan sensor gerak sampai praktek. “Peserta akan diajari praktek membuat sensor untuk software arduino,” pungkasnya. (mer/humas)