Family Day, Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Lomba Memasak Nasi Goreng

Bagaimana rasanya nasi goreng buatan dosen PWK Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ? Kalau yang membuat ibu-ibu dosen pastinya sedap. Nah, kalau yang membuat bapak-bapak dosen rasanya seperti apa?

Tentu saja lomba memasak nasi goreng ini penuh keseruan dan gelak tawa. Di moment “Family Day” 2018 Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (HMPWK) ITN Malang diwarnai beragam acara. Mulai dari lomba futsal, voli, basket, bulu tangkis, catur, lomba memasak, dan akan ditutup dengan musik akrab.

“Untuk lomba oalahraga difokuskan pada alumni dan mahasiswa, sedangkan lomba memasak khusus untuk para dosen,” terang Dyah Agi Agustina penanggung jawab kegiatan, Sabtu (5/5).

Bertempat di depan gedung perkuliahan Teknik PWK, lima tim beradu kebolehan meramu bumbu dan memainkan alat penggorengan. Satu tim terdiri dari dua dosen, bapak-bapak, ibu-ibu, atau campuran bapak dan ibu.

Menurut mahasiswa semester enam ini, menu sarapan dipilih karena praktis dan banyak yang bisa memasak. “Konsepnya kami buat seperti perlombaan master chef. Peserta sebelumnya tidak tahu menu apa yang harus dibuat. Tahunya hanya menu untuk sarapan, dan kami siapkan semua mulai alat serta bahan,” lanjutnya.

Jadilah para dosen membuat nasi goreng spesial. Mereka diberi waktu 30 menit untuk membuat bumbu dari mengupas bahan sampai menghaluskan dengan memakai ulekan. Memotong sayuran, sosis, pentol bakso, dan membuat telur dadar serta telur orak arik. Untuk prosesnya kebanyakan seperti membuat nasi goreng pada umumnya. Pertama menumis bumbu, memasukkan nasi, sayur, sosis, pentol bakso dan telur orak arik.

Para dosen PWK ini sangat kompak. Terlihat dimasing-masing tim saling bekerjasama. Satu orang meramu menu, yang lainya memasak tahap demi tahap. “Inilah yang kami harapkan. Merekatkan kekeluargaan antara dosen dan mahasiswa. Tentunya setelah tugas rutin sehari-hari kegiatan ini bisa me-refresh kembali agar lebih semangat,” papar mahasiswi asal Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah ini.

Family Day, Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Lomba Memasak Nasi Goreng

Family Day, Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Lomba Memasak Nasi Goreng

Untuk menambah semangat sepanjang perlombaan lagu pengiring dibunyikan. Sesekali peserta menari persama. Mereka sangat antusias dan rata-rata terlihat sudah terbiasa membuat nasi goreng. “Sudah biasa di rumah membuat nasi goreng,” kata Pak Reza satu tim dengan Pak Agung dari tim empat.

Nasi goreng (nasgor) buatan para dosen ini kemudian diberi nama, yakni nasgor Ceria dari tim satu (Ibu Puji & Ibu Ida Susiana); nasgor Kapal Selam dari tim dua (Pak Hari dan Pak Arif); nasgor Sunarsih dari tim tiga (Pak Ardyanto dan Ibu Sunarsih); nasgor M.R.A dari tim empat (Pak Reza dan Pak Agung); nasgor Mama Mimi dari tim lima (Ibu nurul dan Ibu Anissa).

Meskipun namanya unik namun rasanya jangan ditanya. Tentu saja sedap tiada tara.
Tim penilai dari panitia HMPWK menilai nasi goreng berdasarkan citarasa dan kreatifitas. “Yang jadi juara satu dari tim tiga. Yaitu Pak Ardyanto dan Bu Sunarsih, dengan nama nasi goreng Sunarsih,” kata Dyah biasa disapa saat dihubungi seusai acara. (mer/humas)