Tahun Istimewa, ITN Malang Rayakan Dharma Santi dan Bangun Pura

Tahun 2018 menjadi tahun yang istimewa bagi umat Hindu khususnya di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Pasalnya tahun ini ITN Malang kali pertama merayakan Dharma Santi, dan dalam tahun ini pula akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pura.

Keistimewaan tahun ini, juga karena turunnya kebenaran darma untuk hidup rukun bersama dengan hari suci saras wati dan hari suci nyepi. Hari dimana umat manusia melakukan kontemplasi pengendalian diri untuk meningkatkan srada, bakti iman dan takwa.

“Menjadi kampus yang kita cintai, kampus bhineka tunggal ika sesuai namanya Institut Teknologi Nasional, di mana nilai kebangsaan dijaga dengan luar biasa,” kata Prof Ir I Nyoman Sutantra M.Sc., PhD., dari Parisadha Hindu Dharma Indonesia, saat membuka dharma wacana dalam Dharma Shanti Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940, keluarga besar ITN Malang, Rabu (9/5).

Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan Rektor ITN Malang, Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT., bahwa kegiatan hari ini merupakan bentuk kepedulian ITN terhadap nasionalisme. Pimpinan mengakomodir kegiatan keagamaan di ITN Malang.

Tahun Istimewa, ITN Malang Rayakan Dharma Santi dan Bangun Pura

Tahun Istimewa, ITN Malang Rayakan Dharma Santi dan Bangun Pura

“Saya berharap kegiatan ini menjadi awal kegiatan keagamaan bagi umat Hindu di ITN. Seperti halnya halal bihalal bagi umat muslim, dan natal bagi umat nasrani yang sudah rutin dilakukan,” ungkapnya berharap siapapun pimpinannya kelak kegiatan ini bisa selalu dilakukan.

Untuk mengakomodir kegiatan keagaman maka institusi sudah memberi wadah dengan dibangunnya masjid dan kapel di Kampus II ITN. “Sebentar lagi kami juga akan membangun pura untuk umat Hindu di Kampus II juga,” kata rektor.

Dengan bertambahnya fasilitas ibadah di ITN Malang diharapkan kegiatan-kegiatan keagamaan mampu menjauhkan civitas akademika dari hal-hal negatif. “Saya ingin di ITN tidak hanya mempelajari teknologi namun juga dibarengi dengan peningkatan iman dan takwa,” pungkasnya. (mer/humas)