Ibu-Ibu Antusias Membuat Sabun, Anak-Anak Ekspresikan Kreatifitas dengan Lomba

Ternyata, anak teknik bisa membuat sabun”. Itulah komentar yang terlontar dari ibu-ibu saat mengikuti pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari mahasiswa Institut Teknik Nasional (ITN) Malang. Pelatihan pembuatan sabun ini merupakan rangkaian kegiatan bakti sosial bertema ‘let’s share and keep our unity‘ dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri S-1 dan Himpunan Mahasiswa Teknik Industri D lll di RT 02, Desa Gajahrejo, Kab Purwodadi Pasuruan, pada Minggu (13/5).

Sekitar 30 ibu-ibu yang kebanyakan ibu rumah tangga itu sangat antusias menyimak penjelasan cara pembuatan sabun. Mulai dari perkenalan nama bahan, mencampur satu persatu sampai menjadi sabun. “Semua bahan kami sediakan, jadi ibu-ibu tinggal mempraktekkan secara berkelompok,” terang Alfian Fahmi Maulana, koordinator acara.

Membuat sabun cuci piring sangat mudah, bahannya pun bisa dengan mudah dibeli di toko kimia. Bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah, gliserin, texapon, air masak, pewangi, pewarna makanan, serta foam booster. Bahan-bahan tersebut kemudian dijadikan satu dan diaduk sampai rata. Setelah tercampur rata, adonan tersebut belum bisa digunakan untuk mencuci piring. Perlu didiamkan dulu seharian atau 20 jam untuk kemudian bisa digunakan. “Harus diendapkan dulu agar sabunnya kental, barulah bisa digunakan untuk mencuci piring,” beber mahasiswa semester enam Teknik Informatika S-1 ini.

Ibu-Ibu-Antusias-Membuat-Sabun-Anak-Anak-Ekspresikan-Kreatifitas-dengan-Lomba-2

Kegiatan pembuatan sabun ini dilakukan di halaman mushola RT 02. Ibu-ibu yang datang kebanyakan membawa anak-anak mereka karena bertepatan dengan libur sekolah. Mahasiswa ITN Malang juga memberikan ruang apresiasi bagi anak-anak mereka. Selagi para ibu belajar membuat sabun maka anak-anaknya bisa mengikuti lomba di dalam mushola.

Kegiatan lomba ini juga sebagai sarana menghidupkan mushola dengan beragam aktifitas positif. Seperti halnya dengan lomba menggambar dan mengaji. “Anak-anak sangat gembira sekali mengikuti lomba menggambar dan mengaji. Yang mendapatkan juara satu, dua dan tiga kami beri hadiah,” pungkas mahasiswa asli Probolinggo ini. (mer/humas)