Nobar Bareng Anak Panti, Tanamkan Hikmah Dibalik Film Ilir-Ilir

Anak-anak Panti Asuhan Nurul Jadid, Wagir, Malang terlihat antusias saat nobar film Ilir-ilir. Film yang syarat dengan pendidikan karakter ini sengaja diputar oleh mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang pada Sabtu (2/6) di aula panti. Setelah menikmati alur cerita yang berlatar belakang di Kabupaten Demak, anak-anak panti dijelaskan tentang makna dari film tersebut seusai cerita berakhir.

“Pemutaran film ini untuk memberikan materi pendidikan karakter bagi para siswa di panti. Tidak hanya melihat (film), tapi kami juga menjelaskan hikmah dari film itu seperti apa, dan bagaimana anak-anak harus bersikap selama di panti,” beber Ina Anggraini, ketua pelaksana bakti sosial Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) D-3.

Film Ilir-ilir sendiri menceritakan seorang bocah laki-laki bernama Wahid yang sejak usia lima tahun sudah ditinggal ibunya saat melahirkan adiknya. Pekerjaan sang ayah sebagai seorang merbot/penabuh beduk Masjid Agung Demak tidak bisa memberikan nafkah yang cukup kepada keluarga. Karena itulah ayahnya hanya bisa memberikan air tajin sembari menyanyikan lagu Ilir-ilir kepada adiknya yang masih bayi kala menjelang tidur. Maka kenangan itulah yang selalu diingat Wahid.

Nobar Bareng Anak Panti, Tanamkan Hikmah Dibalik Film Ilir-Ilir

Nobar Bareng Anak Panti, Tanamkan Hikmah Dibalik Film Ilir-Ilir

Kemudian setelah ayahnya meninggal, Wahid kecil menjadi tumpuhan adiknya. Singkat cerita sampailah kemudian Wahid bisa bersekolah di Gontor atas pertolongan Keluarga H Ahmad, ketua takmir Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak yang juga merupakan sahabat almarhum bapaknya.

Kehidupan Wahid yang begitu susah menjalani hidup sebagai anak yatim piatu, tetapi dia dan adiknya tidak pernah lupa untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT, dengan selalu beribadah. Inilah yang berusaha ditanamakan mahasiswa ITN Malang kepada anak-anak panti asuhan.

Film berdurasi 30 menit ini diharapkan menjadi inspirasi anak-anak panti asuhan. Maka dari itu pengasuh Panti Asuhan Nurul Jadid mengapresiasi kegiatan mahasiswa teknik ITN Malang. “Terimakasih atas ilmu yang diberikan kepada saya serta anak-anak, dan filmnya sangat bagus sekali,” ujar H. Sholeh. (mer/humas)