Ustazah Dzurrotul Badriyah: Jaga Hablun Minannas dengan Halalbihalal

Setelah melewati aktifitas sebelas bulan lamanya maka manusia akan memasuki bulan Ramadhan. Ramadhan ini merupakan madrasah (sekolah) dari berbagai aspek kehidupan mulai lahir sampai batin. Dalam menempuh sekolah pasti ada kenaikan kelas yang tentu saja melewati ujian demi ujian. Gambaran inilah yang disampaikan ustazah Dzurrotul Badriyah S.Ag., di hadapan anggota Rukun Ibu Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

“Allah akan menguji kita dengan perasaan takut, lapar dan kematian. Allah juga akan menguji kita dengan berkurangnya rezeki, misalnya hasil panen berkurang. Makanya di bulan Ramadhan Allah meminta kita siap dalam segala hal,” jabarnya dalam ceramah di hadiri karyawati, dosen dan istri dosen ITN Malang, Sabtu (23/6).

Oleh sebab itu barang siapa puasa dalam bulan Ramadhan semata-mata karena Allah, maka akan diampuni seluruh dosanya, karena Allah maha pengampun. Ini merupakan hubungan manusia dengan Allah (hablun minallah), ustazah Badriyah juga mengingatkan hablun minannas, hubungan sesama manusia yang juga harus dijaga.

Hablun minannas salah satunya bisa ditempuh dengan halalbihalal. Halalbihalal di Indonesia sendiri menurut ustazah Badriyah sudah terjadi mulai jamannya bung Karno. Saat itu pemimpin-pemimpin dalam dunia politik saling bersitegang. “Bagaimana pemimpin-pemimpin mau kumpul dan duduk bersama, maka dibuatlah acara halalbihalal. Akhirnya tradisi ini berlanjut sampai sekarang, maka jaga hablum minannas dengan halalbihalal,” lanjutnya.

Tradisi halalbihalal hanya ada di Indonesia. Akhirnya menjadi budaya yang keberadaannya harus dilestarikan. “Dengan adanya halalbihalal manusia berkumpul dan bisa saling maaf-memaafkan di sela-sela padatnya rutinitas,” katanya. (mer/humas)