Meriahkan Outbound, P2PUTN Berikan Lima Pilar ITN Malang Maju

Outbound di alas Pinus Coban Talun, Kota Batu, Malang, merupakan salah satu upaya Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk mengeratkan segenap dosen, staf, dan pimpinan untuk menjadi sebuah teamwork yang solid. Tidak hanya pada saat outbound saja, namun nantinya bisa berlanjut pada saat bekerja di institusi. Kegiatan ini juga untuk menyambut dies natalis ke-50 ITN Malang, dengan memasuki usia emasnya ITN Malang diharapkan semua staf semakin solid.

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Muyadi, MT., dalam sambutannya meminta semua elemen untuk menikmati kegiatan outbound tersebut. “Ini (outbound) adalah moment pertama kita merayakan dies natalis dengan semangat yang luar biasa. Mari kegiatan ini kita nikmati, dan bersenang-senang,” kata Lalu yang disambut dengan tepuk sorak semua peserta.

Rektor juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan satu rangkaian dari sekian acara menyambut dies natalis. Selain outbound kegiatan di alas Pinus Coban Talun juga akan dilakukan penanaman 50 bibit pohon, sebagai simbul usia ke-50 ITN Malang. “Kita nanti akan menanam sebanyak 50 bibit pohon sesuai usia ITN. Semoga nantinya bisa memberi manfaat kepada masyarakat sekitar,” lanjut alumni Universitas Teknologi Malaysia (UTM) ini.

Sementara itu, Ketua P2PUTN (Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional), Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT., yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan beberapa hal terkait strategi perbaikan kampus ke depan. Prestasi ITN Malang menurutnya sejauh ini sudah bagus, mulai dari rangking perguruan tinggi yang menduduki posisi terbaik untuk institut swasta nasional, publikasi di Scopus yang meningkat, serta prestasi mahasiswa di beberapa event. “Namun begitu, dari sisi jumlah mahasiswa masih perlu ditingkatkan lagi,” kata dia.

Meriahkan Outbound, P2PUTN Berikan Lima Pilar ITN Malang Maju

Meriahkan Outbound, P2PUTN Berikan Lima Pilar ITN Malang Maju

Oleh sebab itu, ada lima pilar yang harus dikerjakan bersama oleh segenap elemen ITN Malang. Di antaranya: tata kelola keuangan harus transparan, efektif, dan efisien; tata kelola aset sehingga penggunaannya menghasilkan income; tata kelola SDM dengan meningkatkan kinerja; tata kelola akademik dengan mengakomodir teknologi generasi ke empat dalam perubahan kurikulum; dan memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang empat pilar yang lain. “Jadi nantinya semua kebijakan kita akan berbasis pada teknologi informasi,” tukasnya. (mer/humas)