Monev PKM Lolos Delapan Tim, Asesor Apresiasi Karya Mahasiswa

Sebanyak delapan tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bersaing di monev (monitoring dan evaluasi) pada Kamis, (19/7/18). Bertempat di Universitas Malang (UM) mahasiswa ITN harus berhadapan dengan asesor untuk mempresentasikan hasil karyanya. Lolos dalam empat kategori yakni, Karsa Cipta (PKM-KC), Penelitian Eksakta (PKM-PE), Kewirausahaan (PKM-K), serta Penerapan Teknologi (PKM-T), tim PKM ITN Malang berhasil melalui tahap monev dengan lancar bahkan mendapat apresiasi dari asesor.

“Alhamdulillah hari ini monev berjalan lancar. Bahkan ada beberapa karya (mahsiswa) yang mendapat apresiasi dari asesor,” terang Ir. Yusuf Ismail Nakhoda, MT., Wakil Dekan III Fakultas Teknik Industri (FTI) saat ditemui di kampus I, Kamis (19/7).

Salah satu karya mahasiswa yang diapresiasi menurut Yusuf biasa disapa adalah alat pembungkus buah belimbing. Alat tersebut berupa galah yang dilengkapi plastik dan motor penggerak di ujung alat. Saat belimbing masuk ke dalam plastik maka motor akan bergerak dan otomatis menarik plastik sehingga mengikat ke buah belimbing. “Jadi petani tidak perlu susah-susah naik ke atas untuk meraih buah belimbing. Alat ini diapresiasi oleh asesor, bahkan disarankan untuk segera didaftarkan paten,” beber Yusuf.

Ada lagi dari mahasiswa informatika yang membuat sagu instan. Biasanya masih kata Yusuf, untuk mengolah sagu menjadi makanan agak ribet dan butuh waktu, maka dengan sagu instan makanan akan cepat tersaji. “Mahasiswa ini asal Ternate jadi paham betul cara mengolah sagu. Selain kemasannya bagus, kata asesor pengolahannya seperti mie instan jadi praktis dan bisa langsung dikonsumsi,” imbuh dosen sekaligus pembimbing PKM ini.

Meski mendapat respon positif dari asesor namun begitu menurut Yusuf belum jaminan karya mahasiswa tersebut lolos Pimnas. Pengalaman sejauh ini ada PKM yang mendapat respon baik oleh asesor dan diprediksi lolos Pimnas, namun kenyataannya tidak lolos. Sebaliknya ada PKM yang tidak terprediksi malah lolos Pimnas. “Padahal yang saya prediksi lolos tersebut sudah mendapat hak paten. Tetapi kami harus tetap optimis, semoga PKM tahun ini ada yang lolos ke Pimnas di UNY tanggal 18 Agustus mendatang,” kata Yusuf optimis.

Monev PKM Lolos Delapan Tim, Asesor Apresiasi Karya Mahasiswa

Monev PKM Lolos Delapan Tim, Asesor Apresiasi Karya Mahasiswa

Disinggung pembinaan PKM di ITN Malang, ia mengatakan bahwa ITN sudah melakukan regenerasi dengan pencampuran tim. Ini pun sudah menjadi persyaratan PKM bahwa satu tim harus terdiri dari mahasiswa semester atas dan semester bawah. Tahun ini PKM ITN Malang dari 350 proposal yang meminta user name dan password ada 260 proposal yang terunggah. Kemudian tim asesor PKM ITN menyeleksi lagi menjadi 175 proposal sesuai kuota dari Dikti. “Alhamdulillah-nya lagi ITN bisa memenuhi kuota tersebut. Semakin banyak yang mengajukan proposal semakin banyak pilihan bagi kami (tim asesor PKM),” pungkasnya. (mer/humas)