Rektor ITN Malang Beri Motivasi Mahasiswa Teknik PWK UM Banjarmasin

Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mendapat kunjungan dari prodi PWK Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Rombongan disambut secara langsung oleh Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., di gedung PWK, Selasa (24/7).

Rektor dalam sambutannya memberi motivasi kepada 16 mahasiswa UM Banjarmasin. Menurutnya seyogianya dosen menjadi teman dialog bagi mahasiswa. Saat kuliah mahasiswa jangan melihat dosen yang “killer” tapi yang harus dilihat adalah keilmuannya. Karena sejatinya apa yang dilakukan oleh dosen adalah demi kebaikan mahasiswanya. “Dosen itu tidak sembarangan dalam memberikan materi, dia mengajar sesuai dengan koridor kurikulum,” terang alumni Universitas Teknologi Malaysia (UTM) itu.

Sebagai sesama perguruan tinggi yang memiliki program studi PWK, rektor berharap kunjungan tersebut bisa ditindaklanjuti dengan jalinan kerjasama. Sehingga ke depannya antar dosen maupun mahasiswa kedua kampus bisa saling kerjasama dalam berbagai hal. “Banyak yang bisa dilakukan dalam kerjasmaa ini, baik antar mahasiswa, maupun antar dosen. Bisa PKM bareng atau pertukaran dosen dan karyawan,” imbuhnya.

Sementara itu Dr.Ir. Nusa Sebayang, MT., Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) melanjutkan, kerjasama antar dua kampus dengan prodi yang sama itu sangat berarti. Apalagi Teknik PWK merupakan prodi yang sangat penting melihat perannya dalam menata kawasan suatu daerah. “Memang perlu kerjasama sehingga dalam programnya tidak ada yang melenceng, maka perlu bersatu, ber-partner, berkolaborasi, saling mengisi, dan saling berkunjung,” terang dosen Teknik Sipil ini.

Dosen asal Sumatra ini melanjutkan, manfaat yang besar akan sama-sama diperoleh oleh ITN Malang dan UM Banjarmasin bila kerjasama dapat terjalin, terlebih keduanya sama-sama kampus swasta. Interaksi ini akan menambah nilai plus, apalagi setiap jurusan dikampus menginginkan nilai akreditasi terbaik. salah satunya adalah publikasi ilmiah yang merupakan salah satu poin dari akreditasi. “Kedua belah pihak bisa saling berbagi publikasi, karena publikasi eksternal nilainya lebih besar dari pada internal. Jurnal ITN bisa dipublikasi di Banjarmasin dan sebaliknya, sehingga sama-sama mendapatkan nilai tinggi,” pungkasnya. (mer/humas)