Bukti Empati, Himpunan Mahasiswa Arsitektur Galang Dana Gempa Pulau Lombok NTB

Gempa yang melanda Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya menjadi tangis dan kesedihan bagi warganya tapi juga rakyat Indonesia. Tak terkecuali mahasiswa Teknik Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Meskipun tengah libur semester, sebanyak 11 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) mengadakan aksi peduli Lombok NTB dengan penggalangan dana pada hari Selasa (31/7) dan Rabu (1/8).

“Kami ikut peduli dan berempati kepada saudara-saudara kami yang berada di NTB. Jadi sebisa mungkin kami ingin ikut meringankan serta membantu penderitaan meski tidak sebanding dengan apa yang mereka rasakan,” terang Intan Ratnasari Ketua Formatur HMA saat ditemui di ruang Humas ITN, Jumat (3/8/18).

Aksi HMA menyebar pada tiga titik, yakni perempatan (traffic light) ITN Malang, depan Universitas Brawijaya dan perempatan (traffic light) jalan Bandung. Menurut mahasiswi asal Malang ini dana yang terkumpul disalurkan lewat transfer ke rekening anas nama seorang relawan yang berada di NTB. “Dana yang terkumpul hampir dua juta, dana tersebut kami transfer melalu rekening. Sudah ada relawan di sana (NTB) yang mengelola,” katanya.

Sebenarnya ada keinginan dari HMA untuk untuk mengumpulkan pakaian layak pakai, dan baju hangat serta selimut. Namun tenaga menjadi kendala dalam pengumpulan barang-barang tersebut. “Ada saja sebenarnya yang menanyakan kalau ingin donasi pakaian. Tapi kami terkendala tenaga, karena ini masih masa liburan kuliah,” imbuh intan akrab disapa.

Pemberitaan gempa bumi di NTB pada Minggu (29/7) dengan kukuatan 6,4 SR tersebut membekaskan kesedihan pada mahasiswa ITN Malang khususnya Arsitektur. Tidak sedikit mahasiswa kampus biru tersebut yang berasal dari NTB dan terkena dampak dari gempa tersebut. “Ada salah satu teman dari Lombok yang belum pulang dan sempat ikut penggalangan dana. Dia sampai menitikkan airmata saat aksi pengalangan dana tersebut. Katanya begitu terasa sekali sedihnya melakukan aksi sosial disaat kampung halamannya sendiri yang terkena,” kenang mahasiswi semester 7 ini.

Saat berita ini ditulis gempa susulan terus melanda di NTB, bahkan dampaknya mengakibatkan kerusakan sampai di Bali dan getarannya terasa sampai di Jawa Timur. “Sudah menjadi agenda rutin bagi HMA untuk melakukan aksi kemanusiaan, meskipun tanpa ada musibah alam. Ini sebagai wujud rasa kemanusiaan yang terus akan kami pupuk untuk membantu sesama,” tandasnya. (mer/humas)