Sabet Silver di Malang Raya, Paduan Suara Mahasiswa ITN Malang Siap Ikuti Kompetisi Nasional

“Vox Coeleistis Choir” (VCC), Paduan Suara Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berhasil menyabet medali silver dalam kompetisi paduan suara se-Kota Malang, yang diselenggarakan oleh UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Negeri Malang pada Rabu, 29 Agustus 2018 yang lalu.

Bersaing dengan beberapa PSM yang sudah berpengalaman tidak menyurutkan semangat VCC ITN Malang untuk memberikan penampilan terbaik. “Semua lawannya berat-berat, mereka disiapkan untuk ikut kompetisi di luar negeri, sedangkan tim VCC kebanyakan terdiri dari mahasiswa baru yang belum banyak pengalaman,” ujar Baiq Kusuma Khotimah, ketua VCC ITN Malang saat ditemui di ruang humas, Jumat (30/8/18).

Meski begitu perjalanan VCC belum berakhir. Baiq biasa disapa menyatakan, kompetisi ini sebagai pemanasan tim VCC ITN untuk melaju ke kompetisi tingkat nasional di ajang Festival Paduan Suara Gita Buana Soedirman III (FPS GBS III) 2018 bulan Oktober mendatang. Medali emas menjadi target tim yang memiliki nama arti ‘Suara dari Surga’. “Lomba kali ini sebagai pemanasan bagi kami untuk lebih baik di lomba yang berlevel lebih tinggi di Universitas Sudirman, Purwokerto nanti,” ungkapnya.

Tim yang beranggotakan 25 mahasiswa ITN Malang harus berhadapan dengan tim lain yang beranggotakan 40 orang. Minimnya personel diakui oleh mahasiswi asal Kalimantan ini. Menurutnya, sebuah paduan suara membutuhkan tidak hanya kualitas suara namun jumlah personil juga akan mempengarui suara yang dihasilkan.

“Kualitas suara sudah bagus, tapi tetap perlu menambah jumlah personil untuk menghasilkan power suara. Ini menjadi salah satu penilaian selain notasi dan pelafalan, dan tak kalah penting bagaimana pesan lagu bisa tersampaikan dengan baik kepada pendengar,” beber mahasiswi Teknik Pengairan semester tujuh ini.

Dari ajang kompetisi di Malang inilah Baiq dan tim bisa mengevaluasi kekurangan. Perlu mempersiapkan mental dan fokus agar VCC yang pernah meraih medali emas di kompetisi Internasional Choral Festival, Bangkok, Thailand ini kembali berjaya. Persiapan keluar negeri diakui Baiq memang tidak gampang, maka untuk itu tim VCC memfokuskan diri dan lebih sering mengikuti kompetisi di dalam negeri. “Oleh pembina, kami diminta fokus di dalam negeri dulu. Setelah dapat emas baru boleh berkompetisi di luar negeri. Target tetap ada, insyaallah semoga dua tahun lagi bisa ikut kompetisi di Singapura,” imbuhnya.

 

Sabet Silver di Malang Raya, Paduan Suara Mahasiswa ITN Malang Siap Ikuti Kompetisi Nasional

Sabet Silver di Malang Raya, Paduan Suara Mahasiswa ITN Malang Siap Ikuti Kompetisi Nasional

 

Pernah kurang 0.03 poin dan nyaris mendapatkan medali emas pada ajang Penabur International Choir Festival 2017 dan pernah pula hampir mendapatkan medali emas pada Bali Internasional Choir Festival 2016, memacu semangat tim VCC di bawah asuhan pelatih Amril Huda ini. “Kalau emas memang nilainya harus 80, sedangkan di kompetisi kemarin (di UM) baru merah 77 poin. Tapi memang yang penting fokus. Seperti kata pelatih kami, kami tidak boleh merasa beda dengan yang lain, karena semua mempunyai peluang yang sama untuk menjadi juara,” pungkasnya. (mer/humas)