Kunjungi Kayutangan, Pakar Arsitektur Kota Ajak Masyarakat Lestarikan Aset Pusaka

Kota Malang memiliki potensi dengan beragam aset pusaka (heritage) yang harus dipertahankan. Mulai dari bangunan, kuliner, kerajinan, sampai budaya yang semuanya merupakan aset yang mengandung nilai kearifan lokal. Hal ini turut menjadi perhatian pakar arsitektur kota Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., yang juga rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. “Kota Malang merupakan kota pusaka, karena di dalamnya terdapat kawasan bangunan budaya, pengembangan kota seyogyanya juga sudah mengarah ke penataan dan pelestarian pusaka,” terangnya.

Melibatkan sejumlah mahasiswa Teknik Arsitektur ITN Malang, ITN akan melakukan identifikasi potensi heritage melalui program kuliah kerja lapangan. Kawasan identifikasi meliputi Kayutangan dan Talun Kota Malang. Peran serta ITN ini disampaikan Lalu sapaan akrab Lalu Mulyadi, saat mengunjungi Kampung Kayutangan bulan Agustus 2018 yang lalu. Selain itu juga sebagai tindak lanjut dari MoU (Memorandum of Understanding) antara Rektor ITN Malang dan Malang Heritage Community bulan Mei 2018 yang lalu.

“Kami awali dari Kampung Kayutangan dan Talun dahulu. Kampung Kayutangan adalah kampung yang unik. Kampung ini menjadi kampung persinggahan. Di dalamnya (Kayutangan) ada pasar yang khas budaya serta ada bangunan yang dikeramatkan,” lanjut dosen Teknik Arsitektur ini.

 

Kunjungi Kayutangan, Pakar Arsitektur Kota Ajak Masyarakat Lestarikan Aset Pusaka

Kunjungi Kayutangan, Pakar Arsitektur Kota Ajak Masyarakat Lestarikan Aset Pusaka

 

Lalu menjelaskan, di dalam teori kota, sebuah kampung bisa bagus dan hidup bila ada semacam jiwa “genious loci”. Genius loci sendiri merupakan suatu karya manusia yang mampu mempertahankan perilaku manusia, genius loci sangat penting dalam memahami arsitektur.

Dalam kunjungannya pakar arsitektur kota ini memberi saran, perlu adanya saling kerjasama dan komitmen antara pemerintah sebagai pemangku kebijakan, perguruan tinggi sebagai pakar, dan masyarakat setempat sebagai penerima langsung manfaat baik secara ekonomi, budaya dan pariwisata. “Sesudah diidentifikasi seyogyanya nanti sama-sama dipertahankan sebagai cagar budaya,” pesannya. (mer/humas)