Gelar SIBIMA Kontruksi, Pemerintah Perkuat Tenaga Ahli Bersertifikat Bidang Kontruksi di ITN Malang

Pemerintah sekarang ini sedang aktif memberikan perhatian kepada calon-calon tenaga ahli bidang jasa kontruksi. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, pemerintah memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan sertifikasi keahlian. Kabar baik ini disampaikan oleh Cakra Nagara, ST.MT.ME., Kepala Balai Penerapan Teknologi Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Kontruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, usai memberikan sambutan dalam Fasilitasi Pelaksanaan “Distance Learning” (SIBIMA Konstruksi), Jumat (7/9/18), di Kampus I ITN Malang.

“Pemerintah saat ini sedang aktif memberikan informasi standar yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang nantinya akan menjadi calon tenaga ahli bidang kontruksi. Standar-standar yang diberikan secara gratis ini menyangkut kompetensi, spesifikasi teknik, SNI, yang selama ini orang kesulitan dalam memperolehnya,” ujar Cakra akrab disapa.

Menut Cakra, pengenalan SIBIMA Kontruksi amatlah penting sebagai sistem informasi belajar mandiri dalam bidang-bidang kontruksi. SIBIMA Kontruksi memuat knowledge management yang berisi pengetahuan-pengetahuan yang sangat dibutuhkan oleh jasa kontruksi terkait standar-standar keteknikan di bidang kontruksi. “Sekarang semua sadar, baik dari pelaku jasa kontruksi, pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan industri, bahwa standar-standar kompetensi itu penting,” lanjutnya.

 

Gelar SIBIMA Kontruksi, Pemerintah Perkuat Tenaga Ahli Bersertifikat Bidang Kontruksi di ITN Malang

Gelar SIBIMA Kontruksi, Pemerintah Perkuat Tenaga Ahli Bersertifikat Bidang Kontruksi di ITN Malang

 

Kegiatan distance learning ini merupakan pelatihan jarak jauh yang akan dijalankan selama satu bulan. Bagi mahasiswa, sertifikat distance learning ke depannya sangat bermanfaat antara lain untuk Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI), mendapatkan SKA Muda (Sertifikat Keahlian Akademik) dan lain sebagainya. Cakra menggambarkan, selama ini untuk ‘fresh graduate’ yang ingin mendapatkan SKA sertifikat kompetensi harus mempunyai pengalaman kerja satu tahun. Pada hal dalam proyek kontruksi hanya berlangsung selama enam bulan. Jadi, total butuh dua tahun untuk memenuhi persyaratan 12 bulan pengalaman.

“Nah, untuk mendapatkan sertifikat kompetensi itu biasanya mereka engan dengan syarat 12 bulan atau dua tahun pengalaman, sehingga anak-anak teknik banyak yang lari dengan bekerja di luar teknik. Ini yang akhirnya merugikan bangsa, maka perlu dilakukan percepatan. Sertifikat ‘distance learning’ bisa menganti pengalaman satu tahun itu,” ungkapnya.

Cakra menambahkan ada enam undang-undang yang mewajibkan sarjana memiliki sertifikat kompetensi. Dimana semua undang-undang tersebut menyebutkan seseorang yang bekerja dibidangnya harus memiliki sertifikasi kompetensi.

Distance Learning ini disambut baik oleh ITN Malang. Pasalnya menurut Dr.Ir. Nusa Sebayang, MT., Dekan FTSP ITN Malang, selama ini ITN berorientasi untuk menciptakan lulusan-lulusan yang siap pakai. “ITN Malang menyambut baik, karena ini sudah kedua kalinya SIBIMA Kontruksi diselenggarakan di ITN. Kami juga mengantisipasi perubahan perundang-undangan di Indonesia yang mensyaratkan sertifikat keahlian. Tentunya sebagai tindak lanjut setelah ini adalah bagaimana agar lulusan ITN bisa mendapatan SKA Muda. Kami berterimakasih kepada pemerintah atas perhatiannya kepada tenaga-tenaga muda mendapatkan fasilitas sehingga bisa bersaing,” katanya. (mer/humas)