Perlunya Kolaborasi Riset Antar Jurusan untuk Pengembangan Artificial Intelligence

Tidak bisa dihindari bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) saat ini semakin berkembang seiring dengan kebutuhan manusia akan teknologi. Potensi pengembangan AI terus dilakukan dengan berbagi riset, di mana antar sektor membutuhkan kolaborasi.

Selalu ditunggu tatkala kolaborasi riset bisa menghasilkan produk AI yang bermanfaat. Seperti yang terungkap dalam workshop ‘Artificial Intelligence for Engineering Problem’ yang diadakan oleh Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, di Gedung Elektro, Kampus II, Senin (03/09/18).

“Workshop aplikasi kecerdasan buatan di engineering ini tujuannya untuk membuka wawasan kolaborasi riset baik untuk dosen maupun mahasiswa,” ujar Lila Ayu Ratna Winanda, ST, MT., panitia sekaligus dosen Teknik Sipil ITN Malang.

Menurut mahasiswi doktoral ITS ini, yang sering terjadi riset mahasiswa cenderung masih terkotak-kotak. Dimana mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) hanya membahas riset yang sesuai jurusannya, dan begitupula mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). “Dengan workshop ini kami berharap mahasiswa FTI juga bisa menyelesaikan permasalahannya di FTSP dan sebaliknya. Tentunya semua permasalahan bisa terselesaikan bila ada kolaborasi riset,” lanjut alumni S-1 ITN Malang ini.

Ide workshop menurut Lila biasa disapa bermula dari riset yang dia kerjakan. Ternyata untuk menyusun sistem dan mengaplikasikan software dan hardware membutuhkan disiplin Teknik Elektro. “Sebenarnya masih banyak topik-topik di dalam riset FTSP yang bisa diambil oleh FTI. Nah, disinilah perlunya sharing riset,” katanya.

 

Perlunya Kolaborasi Riset Antar Jurusan untuk Pengembangan Artificial Intelligence

Perlunya Kolaborasi Riset Antar Jurusan untuk Pengembangan Artificial Intelligence

 

Workshop kecerdasan buatan inipun menarik minat dari Helmi Faisal Afif, salah satu peserta alumni dari SMKN II Sangatta Utara, Kutai Timur, Kalimantan Timur. “Saya ikut workshop agar tambah pengalaman dan pengetahuan, walaupun sedikit kesulitan juga menerima ilmu yang belum pernah saya pelajari di sekolah,” terang calon mahasiswa baru ITN Malang ini.

Helmi sudah beberapa hari di Kota Malang untuk mempersiapkan masuk kuliah ke Teknik Mesin ITN Malang. “Saya memilih jurusan mesin ITN karena saya senang mempelajari ilmu seputar mesin. Selain itu yang membuat saya lebih percaya untuk mengambil di ITN karena akreditasi dari jurusan tersebut sudah A, dan sudah mempunyai prestasi seperti menjuarai KMHE (Kontes Mobil Hemat Energi, Red), dan mungkin kedepannya saya akan mengikuti kontes-kontes yang melibatkan Teknik Mesin,” akunya. (mer/humas)