Teknik Lingkungan Undang Praktisi dan Alumni Guna Baharui Kurikulum

Pengembangan kurikulum merupakan hal yang wajib dilakukan oleh sebuah perguruan tinggi sebagai upaya memperbaiki kualitas pendidikan. Kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan tentunya membutuhkan sumbang saran dan pendapat dari pihak luar agar muatannya sesuai dengan perkembangan pasar.

Menjawab kepentingan ini Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar workshop “Penyusunan Kurikulum Program Studi Teknik Lingkungan ITN Malang 2019 – 2024 dan pandangan umum pengguna, praktisi dan alumni”, pada Senin (3/9/18).

“Kurikulum harus ada perbaikan. Kalau kami memang sudah mempunyai pedoman kurikulum sesuai visi misi. Tapi perkembangan di luar yang sangat pesat hanya pihak pengguna (perusahaan, instansi pemerintah, Red) yang paham,” terang Anis Artiyani, ST, MT., Kepala Program Studi Teknik Lingkungan.

Workshop ini mendatangkan narasumber dari stakeholder yang terdiri dari instansi pemerintah, swasta, praktisi serta alumni. Menurut Anis tujuannya untuk meminta pandangan tentang Teknik Lingkungan secara umum dan masukan terhadap kurikulum. “Kami sengaja meminta saran dan pendapat seperti apa lulusan dari Teknik Lingkungan yang mereka diharapkan,” ujarnya, masukan dari berbagai pihak ini nantinya akan menjadi masukan bagi perubahan kurikulum.

Saran yang terhimpun dari pandangan umum tersebut menurut Anis antara lain, perlunya ditanamkan rasa percaya diri kepada mahasiswa, perlunya penambahan praktek kerja, serta penambahan sarana prasarana penunjang sesuai dengan kebutuhan. “Kami disarankan menambah praktek lapangan yang sifatnya tugas aplikatif, bisa dalam bentuk SE (Study Excursie), atau kunjungan,” imbuhnya.

Dari masukan-masukan tersebut Teknik Lingkungan berharap memiliki kekhasan dalam muatan kurikulumnya. Selama ini menurut Sudiro, ST.MT., dosen Teknik Lingkungan, tahun-tahun sebelumnya kekhasan kurikulum ada di Teknik Penyehatan Lingkungan termasuk sanitasi, pengolahan sampah dll. “’Goal’ dari kegiatan ini adalah masukan tentang warna kurikulum ke depan seperti apa. Kurikulum lama harus direkonstruksi sesuai kebutuhan pasar. Sarana prasarana penunjang pembelajaran harus di-‘update’,” jelas Diro sapaan dari Sudiro.

 

Teknik Lingkungan Undang Praktisi dan Alumni Guna Baharui Kurikulum

Teknik Lingkungan Undang Praktisi dan Alumni Guna Baharui Kurikulum

 

Moment ini juga dimanfaatkan oleh Teknik Lingkungan untuk menjaring informasi keberadaan alumni. Sesuai data yang sudah masuk ke prodi, pekerjaan alumni Teknik Lingkungan menyebar ke semua lini, seperti ASN (Aparatur Sipil Negara), wirausaha, konsultan, guru dan lain sebagainya. “Informasi-informasi yang dihimpun dari alumni ini nanti sangat membantu dalam memberi warna kurikulum ke depannya seperti apa,” katanya.

Sedangkan undangan yang hadir dalam workshop tersebut antara lain, Tri Santoso, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gagah Guntur Aribowo dari PT Indra Karya, M Fauzan Indrawan Ka Bidang Litbang Teknik PDAM Kota Malang, dan Gunawan Wibisono dari Praktisi Teknologi Lingkungan. (mer/humas)