Wakili Indonesia ITN Malang Kolaborasi Penelitian dengan Thailand dan India

Dr. Eng. Ir. I Made Wartana, MT., Wakil Rektor III Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dalam kolaborasi riset Asia-India yang diselenggarakan di PSG Collage of Technology Coimbatore, New Delhi, India. Dosen Teknik Elektro ini sekaligus mewakili Asean bersama dengan Asian Institute of Technology (AIT) Thailand. Kolaborasi riset yang dilaksanakan sejak 14 Agustus sampai 3 September 2018 yang lalu ini merupakan kerjasama DST – ASEAN (Department of Science & Technolgy, Government of India, New Delhi, INDIA – Departement of Science and Technology Division, ASEAN Secretariat, Jakarta INDONESIA).

“Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi riset 3 negara, dan saya sangat bersyukur bisa terlibat di dalamnya. Ini kesempatan baik untuk memperkenalkan ITN Malang di dunia internasional,” kata Made saat ditemui di kantornya, Rabu (5/9/18).

Menurut Made, kunjungan ke PSG Collage of Technology tersebut antara lain bertujuan untuk membahas strategi penerapan modul pekerjaan proyek, menambah wawasan tentang fasilitas yang tersedia di PSG Collage of Technology untuk pemodelan dan simulasi Smart Test Bed Test, dan melaksanakan pekerjaan yang terkait dengan pengembangan Dashboard untuk Sistem Pengukuran Luas Wilayah dengan memanfaatkan Model Micro Grid.

Sedangkan judul penelitiannya sendiri adalah “Design and Development of Smart Grid Test Bed for Experimental Verification of Synchrophasor based Algorithms for Wide Area Monitoring, Protection and Control (WAMPAC) for Power Grids with Large Penetration of Renewable Energy Resources”.

Secara bergantian tiga universitas, Collage of Technology Coimbatore India, ITN Malang Indonesia, dan AIT Thailand selama 3 tahun ke depan akan saling berkunjung untuk menunaikan riset dan sharing fasilitas yang dimiliki oleh masing-masing universitas. “Kerjasama riset akan dilakukan selama 3 tahun. Kemarin saya sudah ke India, jadi sekitar bulan Oktober tahun ini mereka akan gantian mengunjungi ITN Malang,” lanjutnya.

Dengan adanya kolaborasi ini tidak hanya membawa nama baik ITN Malang di dunia internasional, namun juga memberikan manfaat bagi mahasiswa. “Tentunya saya akan melibatkan mahasiswa, dengan begitu mahasiswa bisa mendapat manfaatnya. Teknik Elektro ITN memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan,” ujarnya yang juga melakukan beragam aktivitas saat di India, antara lain sharing ilmu dan melakukan presentasi dihadapan mahasiswa India. (me/humas)