Model Pembelajaran Online Solusi Pembelajaran untuk Generasi Z

Menghadapi generai Z yang lahir dalam rentang tahun kelahiran 1995 sampai 2014 menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi. Model/modus pembelajaran yang baru harus terus digali dan diterapkan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak generasi Z. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VII Jatim, Dr. Widyo Winarso, M.Pd., saat memberikan general education pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. “Perguruan tinggi harus bisa memberikan model pembelajaran yang mudah diakses oleh mahasiswa,” ujarnya dihadapan awak media, Jumat (14/9/18).

Perguruan tinggi harus bisa meramu model pembelajaran yang efektif. Model pembelajaran online dengan pemakaian gadget semakin diminati mahasiswa khususnya generasi Z. Sehingga cara model konvensional perlu dikurangi, namun begitu tidak boleh sama sekali ditinggal. “Pembelajaran ini harus disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak generasi Z. Karena kalau 10 tahun ke depan perguruan tinggi hanya memakai pembelajaran konvensional maka akan ditinggalkan,” imbuh Wiyono.

Model-model pembelajaran baru inilah yang disampaikan Wiyono kepada 1.099 maba ITN Malang. Banyak cara model pembelajaran yang bisa dilakukan selain dengan konvensional (tatap muka). Menurut Wiyono pembelajaran ini bisa melalui online, belajar di kampus lain selama satu semester dan lain sebagianya.

Wiyono juga berpesan kepada mahasiswa baru ITN agar selalu berhati-hati karena banyak faktor juga bisa menghancurkan masa depan mahasiswa, seperti sex pir, pornografi, aborsi, narkoba, radikalisme dan lain sebagainya. “Harapannya mahasiswa bisa berprestasi nasional dan internasional, minimal bisa mengangkat lokal daerahnya,” pungkasnya. (mer/humas)