Sutiaji, Wali Kota Malang Apresiasi Kontribusi ITN Malang

Kontribusi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang khususnya kepada Kota Malang diapresiasi oleh Wali Kota Malang Drs. Sutiaji. Penghargaan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada acara Wisuda ke-60 Periode II Tahun 2018 di kampus II, ITN Malang Sabtu (29/9/18).

Mengutip sambutan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Sutiaji mengatakan, ITN menjadi satu dari sekian perguruan tinggi yang berada di bawaah LLDIKTI Wilayah VII bila dilihat dari penilaian rapotnya berada di urutan pertama institut kategori PTS. “Oleh karena itu secara spesial saya berada di sini untuk memberikan apresiasi dan ikut berbangga kepada para sarjana ITN Malang. Pengabdian ITN dalam memberikan solusi-solusi pada Kota Malang sejajar dengan perguruan tinggi negeri di wilayah Malang,” aku Sutiaji.

Sutiaji melanjutkan, Kota Malang menurut media termasuk kantong pengangguran terbuka tertinggi di Jawa Timur. Mahasiswa yang sudah menyelesaikan kuliah/lulus dan belum bekerja berpotensi besar menyumbangkan angka pengangguran. Mereka biasanya akan tinggal sementara di Kota Malang sebelum kemudian kembali ke daerah masing-masing.

“Tapi itu tidak menjadi susah kami, karena ketika anda pulang maka ekonomi mikro di Kota Malang akan megalami penurunan. Karena tiap tahun, lebih dari seratus ribu mahasiswa berada di Kota Malang. Mereka secara otomatis memberikan kontribusi kepada pengurangan angka kemiskinan, luasnya peluang kerja, dan mobilitas UMKM semakin bagus,” beber wali kota yang baru dilantik 24 September 2018 ini mengapresiasi besarnya kontribusi mahasiswa terhadap perekonomian Kota Malang.

 

Sutiaji, Wali Kota Malang Apresiasi Kontribusi ITN Malang

Sutiaji, Wali Kota Malang Apresiasi Kontribusi ITN Malang

 

Tidak hanya menyampaikan apresiasi, Sutiaji juga memberikan peringatan kepada wisudawan tentang ledakan produktifitas yang tinggi atau biasa disebut bonus demografi Indonesia di tahun 2020-2030 mendatang. Bonus demografi tersebut ketika tidak ditangkap dengan mengoptimalisasikan potensi, maka bisa menjadi malapetaka.

“Bagaimana Indonesia kedepannya tergantung kepada adik-adik semua. Kalau kemarin hanya sifat laboratorium (perguruan tinggi, Red) untuk uji coba, maka sekarang masa depan bangsa ada di pundak adik-adik. Jangan pernah bergantung pada institusi dan orang lain. Karena adik-adik diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa mempunyai instrumen yang kuat untuk menaklukkan situasi. Dan hanya adik-adiklah yang bisa menentukan situasi ke depan kalian berhasil apa tidak,” tegasnya.

Sutiaji juga menyampaikan selamat atas usia ke-50 tahun ITN Malang yang sudah memberikan banyak kontribusi kepada negara. “Ilmu yang diperoleh semoga terus bermanfaat. Jangan lekas puas, kembangkanlah intelektual, karena yang sedang digandrungi dunia kerja adalah keterpaduan antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual yang beretika dan berperilaku serta berkarakter,” pungkasnya. (mer/humas)