Wisuda ke-60: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Rektor ITN Malang Serukan Literasi

Adanya perkembangan teknologi yang dikenal dengan revolusi industri 4.0, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang harus bisa melakukan perubahan. Caranya dengan memperkuat literasi lama yang hanya mengandalkan baca, tulis dan matematika serta mengembangkan literasi baru yaitu Data Literation, Technology Literation, dan Human Literation. Hal ini disampaikan oleh Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., dalam sambutannya pada pengukuhan wisudawan/ti ke-60 Periode II Tahun 2018, di kampus II ITN Malang, Sabtu (29/9/18).

“Literasi Data merupakan kemampuan mahasiswa untuk membaca, menganalisis dan menggunakan informasi dari Big Data dalam dunia digital. Literasi Teknologi merupakan kemampuan untuk memahami sistem mekanika dan teknologi dalam dunia kerja, seperti Coding dan Artificial Intelligence, serta prinsip-prinsip teknik rekayasa. Sedangkan Literasi Manusia merupakan sisi kemanusiaan, yaitu memberikan ruang dan waktu yang lebih luas kepada mahasiswa untuk membangun kompetensi soft skill seperti, interpersonal skill, communication, collaboration, creative thinking, analytical thinking, dan teamwork,” beber rektor, ketiga literasi ini perlu dikuasai oleh lulusan ITN Malang.

Tepat di Hari Sarjana (29/9) ini Rektor ITN Malang mengukuhkan 562 wisudawan/ti. Terdiri dari 12 wisudawan/ti Program Pascasarjana Strata Dua (S-2), 258 wisudawan/ti Program Strata Satu (S-1) Fakultas Teknologi Industri (FTI), 165 wisudawan/ti Program Strata Satu Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan 27 wisudawan/ti dari Program Diploma Tiga Fakultas Teknologi Industri (FTI).

Prestasi diraih oleh 106 Wisudawan/ti dengan lulus cumlaude (dengan pujian), dan 430 wisudawan/ti memperoleh Indek Prestasi Komulatif (IPK) di atas 3,00. “77 persen wisudawan memperoleh IPK di atas 3,00. Sekarang ini lulusan ITN telah berjumlah 20.868 orang yang menyebar di dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Memasuki usia ke-50 tahun ITN Malang tepat tanggal 04 Januari 2018 mendatang, rektor berharap ITN Malang akan selalu eksis mengabdikan diri sebagai lembaga pendidikan bidang teknologi, guna mencerdaskan anak-anak bangsa dan ikut berperan dalam pembangunan negara. “ITN selalu mengutamakan kualitas dan berinovasi untuk meningkatkan prestasinya,” ujar rektor.

 

Wisuda ke-60: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Rektor ITN Malang Serukan Literasi

Wisuda ke-60: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Rektor ITN Malang Serukan Literasi

 

Tahun 2018 tidak sedikit prestasi yang diraih oleh ITN Malang, baik ditingkat prestasi mahasiswa, maupun prestasi dosen dalam bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Semua penelitian yang diperoleh dari kemenristek-DIKTI, harus di publikasikan di jurnal internasional scopus. “Lima tahun terahir jumlah jurnal internasional scopus ITN Malang mencapai 95 artikel atau 51 % dari jumlah dosen tetap PNS-DPK dan yayasan,” lanjut rektor.

Tak kalah penting menurut rektor, Kemenristek-DIKTI mengumumkan peringkat 100 besar perguruan tinggi Indonesia non-vokasi. Tahun 2018 ITN Malang masuk dalam peringkat 100 besar, bahkan dari kategori Perguruan Tinggi Institut bidang Teknologi, ITN Malang masuk dalam peringkat ke 4 PTN-PTS se-Indonesia, setelah ITB, IPB dan ITS. “Semoga ditahun-tahun berikutnya kepercayaan masyarakat dan pemerintah dapat kami pertahankan,” pungkasnya.(me/humas)