Spesial, Bupati Gowa Hadiri Perayaan Wisuda ke-60 ITN Malang

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menjadi salah satu tujuan Pemerintah Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, dalam mengirim putra daerahnya guna mengenyam pendidikan tinggi. Melalui program “Investasi Manusia Seperempat Abad” Pemkab. Gowa mengirimkan 35 putra putri terbaiknya untuk kuliah di ITN Malang. Ke-21 wisudawan/ti ikut diwisuda pada Wisuda ke-60 Periode II Tahun 2018 pada Sabtu (29/09/18), sedangkan 14 lainnya ikut diwisuda pada wisuda ke-59 awal tahun 2018 yang lalu.

Spesialnya Bupati Kabupaten Gowa, Adnan Purichta Ichsan, SH.,MH., datang langsung menghadiri perayaan wisuda di kampus II ITN Malang. Prestasi membanggakan diraih wisudawan/ti atas beasiswa pemerintah Gowa. Sebanyak 24 orang atau 70 persen memperoleh gelar sarjana dengan peredikat cumlaud, sedangkan 11 orang sarjana dengan predikat sangat memuaskan.

“Sebuah pilihan tepat bagi kami untuk mengirim putra putri terbaik ke ITN Malang, karena ITN banyak menghasilkan teknolok-teknolok unggul dan berkualitas,” ungkap alumni Universitas Hasanudin Makasar ini.

Menurutnya ITN Malang menjadi salah satu kampus dari 28 universitas di Indonesia seperti UGM, UNPAD, UI dan lain sebagainya, yang menjadi jujugan mahasiswa asal Gowa untuk kuliah. Pemerintah Gowa menaruh harapan yang cukup besar kepada wisudawan/ti asal ITN Malang. “Kalau mau melihat suatu bangsa maka lihatlah pemudanya, dan wisudawan ITN Malang ini adalah calon-calon pemimpin bangsa,” katanya disambut tepuk sorak hadirin.

 

Spesial, Bupati Gowa Hadiri Perayaan Wisuda ke-60 ITN Malang

Spesial, Bupati Gowa Hadiri Perayaan Wisuda ke-60 ITN Malang

 

Pemerintah Kabupaten Gowa tidak hanya fokus pada pendidikan dan SDM di Sulawesi Selatan namun juga Indonesia. Sebagai sumbangsih pemerintah Gowa, lulusan dari beasiswa Pemkab Gowa diberi keleluasaan bekerja dimanapun yang mereka inginkan. Adnan panggilan akrab Bupati Gowa, mempersilahkan kabupaten dan kota lain yang membutuhkan tenaga para wisudawan asal Gowa untuk merekrut mereka. “Kami sifatnya hanya memfasilitasi. Mereka (wisudawan) tidak harus kembali ke Gowa, tapi bebas memilih pekerjaan dimanapun. Kami berharap yang sudah lulus ini nantinya bisa mengimplementasikan ilmunya di masyarakat,” katanya.

Adnan menyatakan, keberhasilan investasi SDM membutuhkan waktu 10-15 tahun agar bisa terlihat. Berbeda dengan membangun insfrastruktur yang bisa langsung terlihat. Dengan investasi pendidikan diharapkan Indonesia akan lebih baik dimasa yang akan datang. “Saya berharap dengan lahirnya wisudawan/ti dari ITN, nantinya mampu menjawab tantangan bangsa sehingga menjadikan Indonesia makin baik,” pungkasnya. (mer/humas)