Tim Bindalwas LLDIKTI VII: Perguruan Tinggi Kelas Utama Tidak Luput dari Temuan

Tim Pembinaan Pengendalian dan Pengawasan (Bindalwas) Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur tiap tahun harus mengevaluasi perguruan tinggi di Jawa Timur. Perguruan tinggi yang notabene kelas utama seperti ITN, UMM, Petra dan lainnya cenderung tidak ada temuan berarti. Hal ini disampaikan oleh Drs. Budi Hasan, M.Si., penanggungjawab tim Bindalwas saat berkunjung ke ITN Malang, Kamis (04/10/18)

“Saya memang menghindari mengunjungi ITN, karena perguruan tinggi yang maju seperti ITN ini pastinya akan kesusahan mendapatkan temuan. Jadi ini kunjungan saya yang terakhir, sebagai perpisahan sebelum saya sebentar lagi purna tugas,” aku Budi, ia berkunjung ke ITN Malang sebagian tim Bindalwas dua kali, yang pertama saat ITN Malang masih bernama ATN.

Tapi menurut Budi, bukan berarti perguruan tinggi yang kelasnya sudah bagus tidak luput dari temuan. Kasus seperti ini biasanya ditemukan karena adanya perkembangan perguruan tinggi yang tidak statis.

“Misalnya ada prodi baru, dosen baru, pasti ada temuan. Temuan ini biasanya bersifat umum jadi bukan untuk ditakuti atau dihindari,” jelasnya.

Menurut Budi hasil Bindalwas akan diseleksi melalui sebuah sistem. Bila ditemukan lebih dari 50 persen temuan, maka sistem akan mengarah pada kategori merah. Bila temuan 30 persen akan mengarah ke kuning, dan bila 10 persen akan mengarah ke kategori hijau.

Kelompok merah inilah yang akan dikunjungi lagi lewat evaluasi kinerja perguruan tinggi. Sedangkan warna kuning bawah akan dikunjungi, kuning atas dikunjungi atau tidak dikunjungi, hijau tidak dikunjungi. “Kalau ITN tahun depan kayaknya tidak dikunjungi,” ujarnya diamini para peserta Bindalwas. (mer/humas)