PSG Collage of Technology Coimbatore, New Delhi, India

Kedatangan Dr.L. Ashok Kumar, Professor and Associate HoD Department of Electrical & Electronics Engineering dari PSG Collage of Technology Coimbatore, New Delhi, India, ke Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menjadi moment sharing kurikulum bagi Program Studi Teknik Elektro ITN Malang. Dari diskusi kurikulum, perbedaan mencolok antara kedua kampus tidak hanya pada proses pembelajaran, namun juga jumlah SKS, serta daftar mata kuliah. Di PSG Collage of Technology mahasiswa harus menghabiskan 182 SKS untuk setingkat mahasiswa S-1, sedangkan di Teknik Elektro ITN Malang sebanyak 144 SKS.

“Kalau untuk jumlah SKS di Indonesia sudah diatur dan harus sesuai regulasi dari pemerintah. Jadi tidak bisa menambah dan mengurangi sendiri,” ujar Dr. Irrine Budi Sulistiawati, ST.,MT., saat ditemui usai diskusi dan sharing kurikulum di kampus II ITN Malang, Sabtu (06/10/18).

Irrine membeberkan, perbedaan jumlah mata kuliah umum PSG Collage lebih banyak dari jumlah mata kuliah pilihan menjadi catatan tersendiri baginya. Dimana selama ini di Teknik Elektro ITN sebaliknya, jumlah mata kuliah umum lebih sedikit dibanding mata kuliah pilihan. “Sebenarnya kalau mata kuliah umum lebih banyak maka mahasiswa juga lebih fleksibel dan banyak pilihan dalam memilih pekerjaan. Tapi tetap fokus mata kuliah pilihan harus ada untuk memperdalam bidang ilmunya,” lanjut Irrine.

Ada hal menarik dalam kurikulum PSG Collage, bahwasanya dalam proses pembelajaran PSG Collage bekerjasama dengan industri ketika mahasiswa mengerjakan skripsi, dan dilakukan sejak semester dua. “Dalam membuat projek –sebutan mereka (PSG Collage, Red) untuk skripsi- mahasiswa bekerjasama dengan industri, dan ini sudah dilakukan sejak semester dua. Dengan begitu mahasiswa tidak kesulitan karena waktu skripsi yang pendek, nanti bisa menjadi salah satu pertimbangan kami,” kata alumni S-3 ITS ini.

 

PSG Collage of Technology Coimbatore India, Beberkan Kurikulum Internasional di Teknik Elektro

PSG Collage of Technology Coimbatore India, Beberkan Kurikulum Internasional di Teknik Elektro

 

Pengembangan kurikulum memang menjadi target utama bagi Prodi Teknik Elektro, sehingga mata kuliah bisa menjawab tuntutan dan perkembangan jaman. Tentu saja dengan kehadiran Dr.L. Ashok Kumar, membuka cakrawala baru bagi peningkatan kurikulum di Teknik Elektro. “Kami harus mempersiapkan dan menyiasati revolusi industri 4.0. Kedatangan beliau (Ashok Kumar), sebagai kelanjutan kolaborasi riset semoga juga bisa melibatkan mahasiswa,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Dr.Eng.Ir. I Made Wartana, MT., menyatakan, kedatangan Dr.L. Ashok Kumar ke ITN Malang untuk menindaklanjuti kerjasama join riset Asia-India. Ini menjadi kesempatan bagi ITN Malang untuk dapat mengembangkan kurikulum berbasis internasional, proses pembelajaran, pengembangan riset, dan laboratorium. “Saat ini ITN juga sedang memperbaharui kurikulum. Ini kesempatan yang bagus untuk banyak belajar. Masih ada kesempatan tiga tahun dari join riset Asia-India ini,” jelas Made. Ia satu-satunya perwakilan Indonesia dalam kolaborasi riset Asia-India yang diselenggarakan di PSG Collage of Technology Coimbatore, New Delhi, India bulan Agustus 2018 yang lalu. (mus itnmalangnews /mer humas)