Dari ITN Malang, Gelombang Aksi Peduli Sulawesi Tengah Mengalir

Gelombang aksi peduli terus bergerak dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk korban gempa Palu, Donggala, Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Kali ini Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) mengelar aksi penggalangan dana di dalam kampus dan di beberapa titik keramaian di Kota Malang dan Kota Batu, pada awal bulan Oktober 2018 lalu.

Tidak hanya siang hari, HMTL juga menggelar aksi ini pada malam hari disaat banyak masyarakat yang sedang bersantai menikmati malam bersama keluarga di taman alun-alun. Menyebar di jalan dan pusat keramaian, anggota HMTL ini pun tak enggan untuk naik ke dalam bus pariwisata yang masih parkir. Aksi mereka juga mendapat simpati dari beberapa tukang becak sehingga ikut menyumbangkan sebagian penghasilan mereka hari itu untuk gempa Sulawesi Selatan.

“HMTL memfasilitasi anggota dan masyarakat untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana. Kami juga membuat posko di Workshop Teknik Lingkungan,” terang Jacinta Florida Da Crus Soares Pereira, salah satu anggota HMTL saat dihubungi humas.

Alun-alun Kota Malang dan alun-alun Kota Batu menjadi lokasi yang strategis untuk mengajak masyarakat lebih peduli pada korban gempa. Dari aksi ini terkumpul dana 6,5 juta rupiah dan sejumlah barang antara lain, pakaian layak pakai, terpal, banner bekas, dan lain sebagaianya. Sedangkan dana yang diperoleh dibelanjakan berbagai macam kebutuhan pokok. “Terpal bisa dimanfaatkan untuk naungan sementara, sedangkan sembako untuk kebutuhan makanan sehari-hari,” ujarnya mahasiswi semester 7 ini.

 

Dari ITN Malang, Gelombang Aksi Peduli Sulawesi Tengah Mengalir

Dari ITN Malang, Gelombang Aksi Peduli Sulawesi Tengah Mengalir

 

Hasil donasi tersebut kemudian disalurkan lewat beberapa tempat, antara lain lewat Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) berupa uang, Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sulawesi Tengah (IPPMST) dalam bentuk uang dan barang, serta dana terakhir terkumpul dilewatkan humas ITN Malang sejumlah 2,4 juta rupiah.

Jacinta mewakili HMTL berharap, dari aksi kecil mereka bisa membantu meringankan beban masyarakat Sulawesi Tengah yang terdampak bencana. Keprihatinan HMTL semakin dalam, karena teman mereka dalam satu prodi juga ada yang berasal dari Palu. “Ardini Wulandari angkatan 2014 berasal dari Palu. Kami sangat ikut prihatin atas bencana yang menimpa keluarga dan masyarakat Palu. Puji Tuhan keluarganya selamat dari bencana ini,” tuturnya. (me/humas)