‘Mini Bike’ Buatan Mahasiswa ITN Malang untuk Petani Madu Tumpang

Meski kecil ‘mini bike’ buatan mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini sangat tangguh. Terbukti motor rancangan Muhammad Rifqi Ayyuzma ini mampu dinaiki tiga orang sekaligus. Ya, memang harus tangguh, tangguh saat menerima beban berat serta tangguh dalam melewati medan yang tidak rata dan sempit.

Motor buatan mahasiswa Teknik Mesin D-3 ini memang dirancang khusus untuk mengangkut hasil panen petani madu Desa Kebonsari, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ide membuat motor awalnya muncul secara tiba-tiba tatkala Rifqi biasa disapa berkunjung ke rumah salah satu temannya di Desa Kebonsari yang banyak tinggal petani madu. Biasanya petani memetik madu di hutan dan dinaikkan motor trail. Kondisi ini menyulitkan petani, selain medannya susah, membawanya juga sulit.

“Dari situ saya berusaha memberi solusi dengan menawarkan membuat motor mini. Sekalian hasil dari karya ini saya jadikan karya ilmiah untuk tugas akhir,” terang Rifki.

Mini bike ini mempunyai kelebihan pada kekuatan tekan dan kekuatan mesin. Mampu menahan beban sampai 150kg dengan kecepatan maksimal 60km/jam. Sehingga bisa menahan beban berat dari peti petani madu. “Sudah pernah kami coba dikendarai tiga orang dari Tumpang ke kampus II ITN, dan ternyata kuat, tangguh tidak ada kendala,” ungkapnya.

Hal ini ditunjang penggunaan rangka yang kuat, karena menggunakan rangka baja ST37 bentuknya silindris dengan ketebalan 2ml. Mesin motor menggunakan mesin sepeda grand 110cc 4T dengan transmisi manual. Modifikasi mesin inilah yang membuat ‘mini bike’ lebih kuat dan bisa melaju dengan baik.

“Mesin dari motor grand ini awalnya rusak, sering bocor. Setelah diotak-atik dengan waktu yang cukup lama maka baru bisa berfungsi,” ujarnya. Mesin ini pula yang membedakan mini bike buatan Rifqi berbeda dengan yang ada di pasaran yang umumnya memakai mesin pemotong rumput bertenaga kecil.

 

‘Mini Bike’ Buatan Mahasiswa ITN Malang untuk Petani Madu Tumpang

‘Mini Bike’ Buatan Mahasiswa ITN Malang untuk Petani Madu Tumpang

 

Tidak hanya mengandalkan kekuatan saja, motor buatan mahasiswa asal Tulungagung ini juga memperhatikan kenyamanan pengendara. Untuk itu dipakai basic motor trail, dimana bagian depan kontruksinya lebih tinggi. Secara keseluruhan mini bike ini memiliki tinggi 70 cm, panjang 160 cm dengan berat sekitar 24 kg. Karena ketangguhannya maka segala jenis usia bisa mengendarai motor ini.

Karya akhir Rifqi diberi judul “Rancangan ‘Chasis’ dan Kelistrikan Bodi ‘Mini Bike’ dengan Menggunakan Motor Bensin”. Mahasiswa yang dulunya aktif berorganisasi di himpunan kampus ini melengkapi kebanggan kedua orang tuanya, Widodo Kurniawan dan Titik Munahaya, dengan memperoleh nilai IPK 3.51. Ia ikut dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada Wisuda ke-60 Periode II Tahun 2018 yang lalu. (mer/humas)