Dihadapan Mahasiswa Baru Arsitektur, Rektor Cerita Semasa Kuliah

Architecture Days 2018 digelar untuk kesekian kalinya oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Kegiatan yang digelar selama tiga hari di kampus I ITN Malang akhir Oktober yang lalu ini bertujuan untuk mengenalkan dunia Teknik Arsitektur kepada 110 mahasiswa baru. Dalam sambutannya Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., menberikan motivasi dan berbagi cerita selama ia menempuh kuliah di Teknik Arsitektur ITN Malang.

“Adik-adik ini sekarang statusnya sudah menjadi calon-calon arsitek, nanti di kegiatan Architecture Days ini kalian bisa mempelajari bidang-bidang arsitektur lewat kegiatan yang telah disusun oleh panitia,” ujar Lalu biasa disapa, Kamis (25/10/18).

Sebagai alumni ITN Malang, Lalu menceriterakan pengalamannya selama menempuh kuliah di ITN. Kala itu saat membuat skripsi ia menulis tugas akhirnya dengan menggunakan tangan. Berbeda sekali dengan sekarang yang memanfaatkan komputer untuk menulis.

“Dulu kalau salah ya diminta menulis ulang. Sudah coba saya hapus dengan cara ditipex tapi tidak diperbolehkan oleh dosen, dan harus dibuat lagi. Itu belum seberapa, saya-‘kan’ kalau menggambar memakai spidol, begitu salah membuat garis ya langsung disuruh mengganti. Kalau salah dalam pemilihan spidol juga begitu, mestinya menggunakan spidol 0.1, saya menggunakan spidol 0.3, akibatnya menggambar ulanglah saya,” bebernya mengenang masa lalu.

 

Dihadapan Mahasiswa Baru Arsitektur, Rektor Cerita Semasa Kuliah

Dihadapan Mahasiswa Baru Arsitektur, Rektor Cerita Semasa Kuliah

 

Lebih lanjut rektor menyampaikan, enaknya menjadi mahasiswa sekarang kalau menggambar bisa menggunakan autocad, ketika salah bisa diganti dengan mudah. Namun dibalik tersedianya fasilitas tersebut, rektor berharap mahasiswa tidak melupakan pentingnya menggambar menggunakan pensil. Karena saat mendadak harus presentasi di depan user maka dengan sketsalah hal itu efektif dilakukan. Rektor juga menekankan kepada mahasiswa baru, bahwasanya mereka nantinya tidak hanya fokus pada akademik saja, namun juga perlu mengembangkan bakatnya lewat berbagai kegiatan.

“Manfaatkan untuk mempelajari ilmu arsitektur, tapi jangan lupa terus meningkatkan komunikasi dengan teman-teman, serta ikut organisasi. Mudah-mudahan adik-adik nantinya bisa berkarya dan menjadi apa yang kalian cita-citakan, tidak harus menjadi arsitek, namun juga bisa menjadi rektor, dosen, wali kota, dan lain sebagainya,” tandas pria asal Lombok ini.

Senada dengan rektor, Arya Yusril penanggung jawab kegiatan mengatakan, Architecture Days 2018 bertajuk “Empowerment From The Beginning” ini diadakan untuk menambah pengetahuan serta mempersiapkan mental bagi mahasiswa baru dalam menghadapi perkuliahan. “Ini juga untuk mengeratkan silaturahmi serta memperkenalkan himpunan dengan mahasiswa baru,” kata mahasiswa asli Malang ini. (mer/humas)