Lakukan Pengembangan Kurikulum PT, Siapkan Lulusan Hadapi Revolusi Industri 4.0

Menghasilkan lulusan yang berkualitas serta berkompeten pada era revolusi industri 4.0 menjadi harapan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Target tersebut harus diimbangi dengan kurikulum yang sesuai dengan mengacu pada SN Dikti dan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Sehingga lulusan mempunyai tiga literasi yakni data literation, technology literation, dan human literation.

Menjawab tuntutan tersebut ITN Malang menggelar seminar dan workshop “Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Tahun 2019 Berdasarkan SN DIKTI dan KKNI”. Bertempat di aula kampus I ITN Malang, Kamis (01/11/18 ), kegiatan ini menghadirkan pakar KKNI, Dr.Ir. Endrotomo, M.,Ars,.

 

Lakukan Pengembangan Kurikulum PT, Siapkan Lulusan Hadapi Revolusi Industri 4.0

Lakukan Pengembangan Kurikulum PT, Siapkan Lulusan Hadapi Revolusi Industri 4.0

 

“Perkembangan ilmu sangat cepat, maka pengembangan kurikulum ITN Malang harus disesuaikan dengan perkembangan jaman selama 4 tahun ke depan. Kegiatan ini semoga bisa dioptimalkan sesuai dengan kompetensinya (dosen) masing-masing sehingga ilmu yang akan dituangkan di dalam kurikulum masih up to date selama 4 tahun ke depan,” beber Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., saat membuka acara.

Sementara itu Dr.Ir. Endrotomo, M.,Ars., menekannya pentingnya evaluasi pembelajaran. Dari capaian pembelajaran (CP) tersebut akan menentukan profil lulusan. “Dosen perlu mempelajari dunia kerja. Saat lulus nanti alumninya bisa bekerja atau tidak, oleh sebab itu CP harus benar-benar diperhatikan. Apakah benar capaian pembelajaran menjawab profil lulusnya. Kalau capaian pembelajaran sudah, maka mata kuliah harus dicek, apa masih relevan dan punya kontribusi pada kurikulum,” jelas dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut.

Endrotomo lebih lanjut mengatakan, dalam evaluasi tersebut perlu ada penjabaran tentang bahan kajian, tingkat penguasaan, dan metode pembelajaran. Dimana pada setiap prodi dihimbau untuk membangun struktur kurikulum secara tepat, baik dalam model seri maupun model paralel. (mer/humas)