Jiu-Jitsan se-Jatim Adu Laga di Rektor Cup ITN Malang

Kejuaraan Jiu-Jitsu Rektor Cup ITN Malang 2018 resmi dihelat. Sebanyak 177 Jiu-Jitsan asal kota dan kabupaten se-Jawa Timur bertanding memperebutkan piala Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang & Piala Bergilir Ketua Umum Institut Jiu-Jitsu Indonesia (IJI) Provinsi Jawa Timur, Jumat-Minggu (23-25/11/18).

Kejuaraan Jui-Jitsu menjadi jalan lahirnya atlet-atlet Jui-Jitsu di Jawa Timur. Hal ini disampaikan Rektor ITN Malang Dr.Ir. Lalu Mulyadi MT., Saat membuka acara. Rektor juga berpesan agar peserta dapat bertanding dengan sportif. “Yang perlu dikedepankan adalah persaudaraan. Mari bertanding dengan sportif dan patuh kepada pemimpin pertandingan,” ujar rektor.

Bahkan imbuh rektor, kejuaraan kali ini tidak hanya sekedar mencari bibit unggul, namun apresiasi akan diberikan pada atlet berprestasi yang akan melanjutkan studi ke ITN Malang. “Silahkan memilih jurusan apa yang disukai, nanti akan ada apresiasi dari kami,” lanjutnya.

Sedangkan Sabdo Dahono, Ketua Harian IJI menambahkan, setelah Jui-Jitsu resmi masuk KONI maka tahun ini Jui-Jitsu sudah mulai berpartisipasi dalam Asean Games. “Tahun ini sudah ikut serta mewakili Jatim di Asean Games. Sebelumnya gaungnya memang kurang, maka dengan masuk ke KONI kami mulai berupaya meningkatkan prestasi baik nasional maupun internasional,” kata Dahono yang juga merupakan Ketua I Pengurus Besar Jui-Jitsu Indonesia saat diwawancara seusai pembukaan.

 

Jiu-Jitsan se-Jatim Adu Laga di Rektor Cup ITN Malang

Jiu-Jitsan se-Jatim Adu Laga di Rektor Cup ITN Malang

 

Hal ini diperkuat dengan minat pemuda terhadap olahraga asal Jepang tersebut. Terbukti dalam kejuaraan kali ini ada sembilan kota dan kabupaten yang ikut berpartisipasi antara lain, Surabaya, Gresik, Madiun, Lumajang, Lamongan, Malang, Kediri, Sidoarjo, dan Ponorogo.

Banyaknya sistem pertandingan menjadikan daya tarik bagi pemuda untuk bergabung ke dalam Jui-Jitsu. Menurut Dahono, di Jui-Jitsu ada sistem pertandingan fighting system dengan penggunaan teknik pukulan, tendangan, dan bantingan. Newaza system merupakan perkelahian bawah dengan mengunakan kuncian, serta ada juga Show system merupakan pertandingan gerak berpasangan atau seni.

“Minat remaja dan animo masyarakat semakin besar karena Jiu-Jitsu sudah masuk KONI. Jiu-jitsu banyak pilihan, hampir keseluruhan diminati. Tinggal pelatih mengarahkan atlet sesuai potensi yang dimiliki,” tandasnya. (mer/humas)