SENIATI 2019: Hadapi Revolusi Industri 4.0, ITN Malang Perkokoh Pendidikan Karakter

Era revolusi industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi. Perubahan trend otomatisasi industri dengan pemanfaatan teknologi cyber, Internet of Things (IoT), membutuhkan inovasi dan teknologi yang berkelanjutan serta ramah lingkungan. Tantangan ini dijawab oleh Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dengan menggelar Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri (SENIATI) 2019, di kampus II, Sabtu (02/02/19).

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., menyatakan, ITN Malang sebagai kampus berbasis institut harus bisa memahami arah globalisasi. Digelarnya seminar nasional dengan tema “Inovasi dan Aplikasi Teknologi Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0” sangat bagus untuk menghadapi tantangan di era serba teknologi tersebut. Lebih jauh menurut rektor, untuk menghadapi tantangan tersebut ITN Malang juga perlu menguatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta iman dan taqwa (Imtaq).

“Pendidikan karakter menjadi penting karena mahasiswa ITN Malang berasal dari berbagai daerah dengan menganut beragam agama. Mereka (di ITN Malang) tidak hanya belajar tentang teknologi, namun juga (harus) siap dalam keimanan dan ketakwaan,” jelas rektor. Ini sangat penting dalam upaya mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan ke depan.

Sebagai buktinya ITN Malang saat ini sudah dan telah membangun tiga tempat ibadah. Masjid Al-Kautsar sudah berdiri sejak tahun 2015 yang lalu, sedangkan kapel dan pura masih dalam proses pembangunan. Ketiga tempat ibadah tersebut lokasinya berada di kampus II ITN Malang. “Kami membangun tempat ibadah sehingga mereka (mahasiswa) bisa belajar tentang agama, dengan begitu ITN berupaya memperkuat mahasiswa dengan pendidikan katakter melalui Imtek dan Imtaq,” rektor asal Lombok ini kembali menegaskan.

Penguatan lainnya yang sedang dibangun ITN Malang adalah literasi. Rektor menyebutkan ada tiga literasi yaitu, literasi digital, literasi teknologi serta literasi manusia/ human literation. “Harapan ke depan dengan seminar nasional ini akan mampu meningkat sumberdaya manusia dan bermanfaat bagi ITN serta masyarakat sekitar,” ujar rektor.

Event yang diadakan setahun sekali tersebut turut menghadirkan Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc., Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan RISTEKDIKTI, serta Dr. Eng. Himsar Ambarita, ST.,MT., narasumber dari Universitas Sumatera Utara, yang fokus dalam bidang penelitian energi surya, solar dryer, solar cooling, dan solar desalinasi.

 

SENIATI 2019: Hadapi Revolusi Industri 4.0, ITN Malang Perkokoh Pendidikan Karakter

SENIATI 2019: Hadapi Revolusi Industri 4.0, ITN Malang Perkokoh Pendidikan Karakter

 

Menurut ketua panitia Seniati, Dr, Eko Yohanes Setyawan, ST.,MT., panitia menerima lebih dari 250 artikel dari berbagai bidang ilmu dan dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Politeknik Negeri Samarinda, Universitas Palangkaraya, Universitas Madura, Telkom University Bandung, Universitas Brawijaya dan masih banyak lagi. “Ini (artikel) berasal dari 47 perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Semoga nantinya bisa menjadi masukan di era Revolusi Industri 4.0,” kata Eko akrab ia disapa. Nantinya dari 47 perguruan tinggi tersebut akan mempresentasikan hasil penelitiannya secara bergantian. (mer/humas)