Akhirnya, Teknik Elektro S1 ITN Malang Raih Akreditasi A

Program Studi Teknik Elektro S1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang akhirnya memperoleh akreditasi A. Pengumuman dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sendiri diterima oleh Irrine Budi Sulistyawati, ST,.MT,. Kepala Prodi Teknik Elektro S1 bertepatan pada hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2018. “Alhamdulillah akhirnya sudah terakreditasi A (Prodi Teknik Elektro S1), tinggal menunggu SK-nya keluar. Ini merupakan hadiah sangat istimewa bagi kami di hari Pendidikan Nasional,” ujar Irrine, rona bahagia terpancar dari wajahnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/5).

Dosen sekaligus alumni ITN Malang ini mengatakan, upaya mendapatkan nilai A sudah dilakukan sejak 2015. “Saat itu kami mendapat akreditasi B. Nah setelah saya selesai tugas studi doktor tahun 2017 yang lalu, saya langsung mendapat tugas dari rektor untuk mengawal Teknik Elektro sebagai Ka Prodi,” ungkapnya.

Selama satu tahun dimasa kepemimpinannya, Irrine membenahi sejumlah hal terkait tujuh standart penilaian. Antara lain, visi misi, tata kelola, kemahasiswaan dan alumni, SDM, kurikulum, sarana dan prasarana, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Masa satu tahun itu benar-benar dimanfaatkan oleh Irrine dan tim. Mulai dari menyusun borang dan menata data agar lebih terstruktur. Berbagai inovasi juga dilakukan oleh tim borang Teknik Elektro S1, misalnya melengkapi borang dengan foto-foto dan menambahkan hiperlink pada data pendukung. “Kalau dulu borang hanya ditulis tanpa foto sekarang kami lampirkan foto. Data juga kami buat hiperlink, jadi memudahkan ketika ada visitasi dari assesor,” kata alumni S3 ITS ini.

Inovasi-inovasi inilah yang memudahkan disaat assessment lapangan tanggal 3–5 April lalu. Asesor tidak banyak menanyakan standar satu dan dua, karena semua paparan sudah cukup jelas.

Kemudahan penyusunan borang juga tidak terlepas dari kerjasama seluruh dosen dan karyawan Teknik Elektro serta masukan dari berbagai pihak. “Kami juga dapat masukan dari senior khususnya dari Forum Teknik Elektro Indonesia. Dari sana kami berdiskusi mengenai tips dan trik penyusunan borang,” lanjutnya.

Irrine Budi Sulistyawati, ST,.MT,. Kepala Prodi Teknik Elektro S1

Irrine Budi Sulistyawati, ST,.MT,. Kepala Prodi Teknik Elektro S1

Saat ini Teknik Elektro S1 memiliki dosen sebanyak 16 orang. Terdiri dari satu profesor, enam lulusan S3, empat dosen dalam masa tugas belajar, dan sisanya lulusan S2. Sedangkan mahasiswa aktif sebanyak 551 mahasiswa yang tersebar di empat kosentrasi yakni, listrik, elektronika, telekomuniksi, dan komputer. Menerapkan kurikulum berbasis KKNI yang didukung dengan mata kuliah pilihan. “Kurikulum berubah empat tahun sekali. Jadi mata kuliah harus mengikuti dengan perkembangan jaman. Maka kami buat mata kuliah pilihan. Ada robotika, otomatisasi industri, energi terbarukan dan sebagainya,” tambahnya.

Capaian prestasi ini memang tidak mudah, namun Irrine sadar akan lebih sulit dalam hal mempertahankan, maka strategi-strategi sudah disiapkan. Berbekal pengalaman menyusun borang, Irrine menargetkan menejemen kinerja harus tetap terjaga, melengkapi prosedur sesuai SOP dan harus benar-benar dijalankan. “Mengintip sembilan standar penilaian di tahun depan yang serba online, maka kami harus mengantisipasi, seperti surat-surat harus mulai di-soft file semua,” katanya.

Dengan diterimanya akreditasi A dari BAN-PT, maka Teknik Elektro S1 ITN Malang setara dengan PTN dan PTS yang juga terakreditasi A. Selain akreditasi ini bermanfaat untuk institusi dan prodi tentu saja akan bermanfaat untuk para alumni. “Alumni mempunyai kesempatan yang luas dalam memperoleh kerja dan bisa dimanfaatkan juga untuk mendaftar ke jenjang pendidikan lebih tinggi,” pungkasnya. (mer/humas)




Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Mendapat ISO 9001:2008

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang resmi mendapat ISO 9001:2008. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Rudi Wijaya, branch manager Badan Sertifikasi European Quality Assurance (EQA), dan diterima oleh Rektor ITN Malang Dr Ir Lalu Mulyadi MT di gedung serbaguna Kimia Kampus I ITN Malang, Sabtu lalu (16/7). Seluruh civitas academica ITN Malang boleh berlega hati, pasalnya kampus biru itu telah lolos dalam hal sistem manajemen mutu yang berstandar internasional.

Rudi Wijaya menjelaskan, dengan sertifikat ISO (International Standard Organization) akan lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada ITN Malang. Sertifikat ISO juga sebagai batu loncatan untuk lebih baik lagi, tentunya dalam hal peningkatan kualitas serta standar mutu. ”Proses sertifikasi sudah selesai, tapi sistem harus terus berjalan. Ke depannya tiap tahun akan dilakukan evaluasi lebih lanjut. Semoga ke depannya standar mutu ITN akan lebih baik lagi,” tuturnya.

ITN Malang sudah dikenal masyarakat dengan mutu pendidikan yang sangat baik, ini sudah terbukti dengan diperolehnya akreditasi B. Hanya ada beberapa perguruan tinggi saja yang mendapat akreditasi B, dan masih banyak yang mendapat akreditasi C.

Dengan adanya persaingan yang ketat dalam dunia pendidikan, maka ITN Malang perlu melakukan terobosan baru yaitu melalui ISO. ”Dengan sertifikat ISO ini, kami (ITN Malang) harus lebih berhati-hati. Hati-hati dalam mempertahankan sistem manajemen mutu, bahkan harus ditingkatkan ke depannya,” pesan Lalu.

Pria berkacamata ini juga berpesan bahwa kebaikan-kebaikan ITN harus disampaikan kepada masyarakat, bukan keburukannya. ITN Malang tidak boleh kalah dengan perguruan tinggi lainnya. Sistem manajemen mutu harus dipertahankan, baik oleh internal maupun eksternalnya.




ITN Malang Masuk Anggota Forum Rektor Dunia

Tekad Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk menjadi world class university berjalan perlahan namun pasti. Kepastian tersebut setelah kampus biru ini masuk dalam daftar acara 8th University President Forum (UPF) atau forum rektor dunia di Universitas Teknologi Malaysia. Dalam acara yang berlangsung antara 8 hingga 10 Agustus tersebut, dihadiri oleh 128 delegasi dan 35 rektor dari 61 universitas di 19 negara.

Beberapa universitas yang hadir di antaranya Kyoto University Jepang, Seoul National Univesity of Science and Technology Korea, Mahasarakham University Thailand, dan dari beberapa negara lainnya. ”Kalau dari Malang, yang hadir ITN Malang dan Universitas Negeri Malang (UM),” terang Dr Ir Lalu Mulyadi MT, rektor ITN yang menghadiri acara dengan ditemani oleh Dr Eng Ir I Made Wartana MT, wakil rektor III ITN Malang.

Menurut Lalu, masuknya kampus tersebut menjadi suatu kebanggaan atau langkah positif bagi kemajuan ITN Malang. Pasalnya, untuk menjadi world class university tidak bisa hanya bergerak di tingkatan lokal, melainkan harus bergaul di kawasan global. ”Apalagi tidak semua universitas diundang ke acara tahunan ini. Untuk bisa masuk, harus memiliki kualifikasi tertentu,” imbuhnya.

Sementara I Made Wartana menjelaskan beberapa kegiatan yang dilakukan selama forum berlangsung. Di antaranya diskusi tentang bagaimana membangun kampus yang dapat masuk dalam ranking dunia, kemudian mendengarkan beberapa presentasi dari rektor beberapa kampus besar dunia. ”Dari presentasi itu, kami dapat belajar banyak hal tentang bagaimana mengelola kampus dengan baik. Dan itu dapat kita adopsi untuk diterapkan di ITN Malang,” terangnya.




ITN Malang Masuk Jajaran Kampus Swasta Terbaik

Keseriusan ITN Malang di dunia pendidikan semakin hari semakin dirasakan oleh seluruh civitas akademika ITN dan masyarakat. Terbukti, tahun ini ITN Malang berhasil meraih penghargaan Anugerah Kampus Unggulan (AKU) Predikat Utama dan termasuk jajaran kampus swasta terbaik.

“Predikat ini menjadi bukti bahwa ITN Malang merupakan PTS (perguruan tinggi swasta) yang berkualitas, unggulan serta terindikasi sebagai kampus yang mampu bersaing di era globalisasi,” ungkap Rektor ITN Malang Dr.Ir.Lalu Mulyadi,MT kepada itnmalangnews.com saat ditemuai di ruangannya.

Penghargaan AKU yang menjadi salah satu tolok ukur kampus swasta terbaik, lanjutnya, diberikan untuk mengapresiasi PTS di lingkungan Kopertis Wilayah VII yang telah bekerja keras mendapatkan prestasi perguruan tinggi kurun waktu Januari-Desember 2014. Penilaian dibagi berdasarkan pada 4 bidang, yaitu Kelembagaan dan Kerjasama, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Pembelajaran dan Kemahasiswaan

“Alhasil perolehan nilaiannya pun cukup tinggi dan menempatkan urutan ke 8 dari 300 perguruan tinggi swasta di Wilayah VII,” jelas Lalu Mulyadi.

Ia menambahkan berbagai prestasi akademik dan penghargaan yang diraih para mahasiswa dan dosen ITN Malang juga sebagai penilaian tersendiri seperti halnya juara dalam ajang bergensi tingkat regional maupun nasional. Seperti inovasi dari mahasiswa Teknik Mesin yang menembus peringkat 6 di ajang lomba kapal cepat tak berawak pada tahun 2014 lalu. Hal ini semakin menguatkan posisi ITN Malang kampus swasta terbaik.

“Untuk tahun ini 2015 ITN Malang berhasil meraih juara 4 Tingkat Regional IV dalam Kontes Robot Seni Tari (KRSI), karya mahasiswa Teknik Elektro di STIKOM Surabaya pada 30 April sampai 2 Mei 2015 lalu,” terangnya kepada itnmalangnews.com.

Lalu mulyadi menambahkan, bahwa prestasi yang selalu menghiasi kampus setiap tahunnya ini menjadi bukti dari kualitas pendidikan yang ada. Kualitas ini makin dikuatkan dengan status akreditasi program studi yang kini sudah meningkat.

“Dari 15 prodi 87 persen sudah akreditasi B, hanya 2 saja atau cuma 13 persen saja yang terakreditasi C,” pungkasnya.




ITN MALANG MEMBIDANI RTRW SAMPAI JADI PERDA

Saat ITN Malang menjalin MoU dengan Sumba Timur pada tahun 2008, Tim Ahli ITN khususnya Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota/PWK diterjunkan untuk menyusun  Rencana Tata Ruang  Wilayah (RTRW), dan mengawalnya sampai menjadi Peraturan Daerah/PERDA.  Ternyata PERDA Tata Ruang Wilayah Sumba Timur ini di Indonesia menjadi yang pertama disetujui Pemerintah dan menjadi acuan daerah lain. sumbatim 1sumbatim 3

Tonggak keberhasilan ini membuat Sumba Timur menaruh kepercayaan penuh terhadap ITN Malang sehingga selalu memperpanjang MoU, bahkan pada tahun 2016 ITN Malang dipercaya untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) Sumba Timur & pada tanggal  27 Mei 2016 Ketua BAPPEDA disertai Ketua Asisten Tata Praja & 19 orang Camat se-Kabupaten Sumba Timur datang ke ITN Malang untuk Konsultasi awal tentang penyusunan RPJMD Sumba Timur dan melakukan studi banding tentang Pendidikan.

sumbatim 4

Kepercayaan yang  diberikan ini  akan selalu dijaga dan dilaksanakan dengan segenap kekuatan oleh Sivitas Akademika ITN Malang dan semoga memberi manfaat bagi kemajuan daerah-daerah se Indonesia.