Jujitsu Masuk Koni, ITN Malang Siap Bidik Prestasi

bela diri jujitsu itn malang

Bergabungnya Jusitsu ke dalam KONI April 2017 lalu, membawa harapan akan tersalurkannya prestasi nasional dan internasional tak terkecuali mahasiswa ITN Malang. Kehadiran beladiri asal Jepang di Kota Malang tidak lepas dari sejarah tahun 1981, Jujitsu awal mula tumbuh dari ITN Malang. Maka tidak aneh bila Rektor ITN Malang Dr.Ir.Lalu Mulyadi, MT., berharap ITN melalui mahasiswanya bisa berperan dalam menghasilkan prestasi-prestasi yang membanggakan.

“Tiga poin penting Jujitsu untuk mahasiswa : olahraga, membela diri, dan prestasi. Saya berharap mahasiswa ITN ikut berperan dalam kegiatan Jujitsu, sehingga dua tahun mendatang bisa menghasilkan prestasi,” harap Rektor dalam acara halal bihalal dan sarasehan Institut Jujitsu Indonesia (IJI) se-Jatim di Kampus I ITN Malang, Sabtu-Minggu (15-16/7).

jujitsu bela diri itn malang

Jujitsu memang tidak sefamilier bela diri lainnya. Merupakan salah satu beladiri yang memakai system full body contact membuat Jujitsu memiliki keterlambatan untuk bergabung dalam anggota KONI.

Dr. Taufiqurahman, Ketua Institut Jujitsu Indonesia (IJI) Provinsi Jawa Timur mengungkapkan, 2.000 anggota IJI Jawa Timur tersebar di 15 kabupaten dan kota dengan karakter yang multikompleks. “Masuknya IJI ke KONI akan menggairahkan semangat dan mendinamiskan anggota. Ini juga akan membawa konsekuensi target yang besar seperti prestasi dan kedewasaan berorganisasi,” tuturnya.

Diakhir kegiatan untuk menyamakan persepsi terhadap materi teknis gerakan Jujitsu maka diadakan gashuku (latihan alam) yang dipandu oleh Kahar Afandi, Dewan Pelatih Jujitsu Jatim. “Gashuku ini untuk menyelaraskan materi, persepsi serta mengigatkan pelatih akan gerakan-gerakan Jujitsu. Dengan teknik yang kita lakukan juga bertujuan untuk menyamakan mental, disiplin di tempat latihan dan ke anak didik,” jelasnya. (mer/humas)

 647 total views,  1 views today

image_pdfimage_print
itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC