Keluar Masuk Hutan Kalimantan demi Pembuatan 3D Animasi Perencanaan Jalur Pipa

Kadek Sukma Apryandika, pria yang ramah dan memiliki banyak pengalaman selama kuliah ini merupakan wisudawan terbaik Teknik Geodesi S1 ITN Malang. Salah satu pengalamannya yang luar biasa adalah saat praktek kerja dalam proyek Pengembangan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di Tarakan, Kalimantan Utara, Tahun 2016.

Bersama dua rekannya Kadek keluar masuk hutan dengan berjalan kaki untuk melakukan kegiatan pengambilan data. “Survei yang kami ambil semua yang berkaitan dengan geodesi, seperti GPS, peta topografi darat-laut-udara. Totalnya ada enam survei dan yang paling berat disaat kami harus masuk hutan,” ungkapnya.

Menurut Kadek pengukuran ini diperuntukkan sebagai dasar dibangunnya jalur pipa air minum. Tidak hanya gambar dua dimensi (2D) saja yang dihasilkan, dengan pengukuran tersebut sebagai bahan untuk pembuatan animasi tiga dimensi (3D). Dengan model 3D maka gambar dalam peta terlihat hidup.

“Kelebihan lain animasi 3D, adalah membantu menjelaskan prosedur sehingga alur dari jalur perencanaan pipa lebih mudah dipahami dan dianalisa,” tukasnya.

Tantangan mengambil data dan melakukan pengukuran di hutan tidaklah mudah. Bersama dua rekan dalam satu tim dan hanya berbekal parang mereka harus berhadapan dengan banyak rintangan. “Kami keluar masuk hutan Kecamatan Sekatak dengan banyak rintangan, mulai disengat lebah, bertemu buaya muara, kecemplung di laut, sampai tidur di hutan. Bahkan penduduk lokal yang diajak masuk ke hutan sebagai pemandu tidak ada yang berani, karena hutan Sekatak masih dianggap angker,” kenangnya.

Keluar Masuk Hutan Kalimantan demi Pembuatan 3D Animasi Perencanaan Jalur Pipa

Keluar Masuk Hutan Kalimantan demi Pembuatan 3D Animasi Perencanaan Jalur Pipa

Beratnya medan tidak membuat pria kelahiran Gianyar, 20 April 1995 ini patah semangat. Lebih jauh Kadek memaparkan dalam sehari hanya bisa sekitar 300-400 meter mengukur lahan di hutan. Padahal untuk menuju lokasi dari mess membutuhkan waktu satu jam perjalanan speed boat dan tiga jam jalan kaki.

Dari praktek kerja inilah kemudian ia jadikan tugas akhir dengan judul : “Pembuatan 3D Animasi Perencanaan Jalur Pipa Menggunakan Software Terramodel Visualizer” yang berstudi kasus di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Pemilik IPK 3.54 ini tidak hanya suka tantangan dalam perkuliahan, namun juka suka mencoba hal baru. Bersama dua temannya yang lain, Kadek pernah mengeluti wirausaha makanan dengan nama Depot Ape Aden. Bahkan kala itu dalam satu hari pernah menerima orderan 600 porsi ayam betutu. Namun karena kesibukan masing-masing, depot vakum untuk sementara waktu.

Tidak hanya akademik bagus, dan paham kuliner, ternyata Kadek juga menguasai seni. Aktif bergabung dalam Komunitas Genjek Punk Kenten, yaitu suatu komunitas kesenian dari Bali yang berada di Malang. Di dalam komunitas inilah yang ikut mengasah rasa percaya dirinya ketika tampil di depan umum. (mer/humas)