Gelar DGFI, Ikatan Mahasiswa Hindu Dharma ajak Mahasiswa Bebas dari Kebodohan 1 (2)

“Klaibyam ma sma gamah tyaktvo” yang artinya jangan biarkan dirimu terbelenggu oleh kebodohan. Tema inilah yang diangkat oleh Ikatan Mahasiswa Hindu Dharma (IMHD) ITN Malang dalam gelaran Dharma Generation for Indonesia (DGFI) 2017, di auditorium Kampus I, Minggu (10/12).

Perhelatan kali ketiga ini agak berbeda dengan sebelumnya. “Sebelumnya seminar nasional tidak dibarengkan dengan lomba budaya dan pentas budaya. Namun kali ini kami satukan dengan tema yang sama. Sedangkan dalam pentas budaya tidak hanya budaya Bali namun budaya dari seluruh nusantara,” terang Made Danindra Adhikarisma, Ketua Pelaksana.

Mengangkat tema yang sama, seminar nasional menghadirkan pemateri D. Sures Kumar, S.Ag., M.Si (ketua Umum PERADAH Indonesia) dan dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD (Ketua PHDI Kota Malang). “Jaman sekarang mahasiswa terkesan masa bodoh dengan ilmu pengetahuan. Kebanyakan gereasi muda pemahaman ilmu pengetahuannya jauh dibawah luar negeri, meskipun ada juga yang baik pemahamannya namun tidak lebih banyak,” tambahnya.Untuk itu dengan GDFI mahasiswa asli Denpasar Bali ini mengajak mahasiswa untuk berbuat sesuatu demi bangsa sesuai sesuai ajaran agama masing-masing.

Mahasiswa semester 3 Teknik Industri S1 ini menuturkan, dalam kegiatan DGFI kali ini akan digelar beberapa kegiatan anta lain, seminar nasional, dharma wacana, gebogan, jegeg bagus dan diakhir acara akan ditutup dengan pentas budaya. Dharma wacana adalah lomba dakwah/ceramah agama, sedangkan gebogan adalah merangkai buah yang kemudian dipakai untuk persembahan pada saat upacara keagamaan. Dan jegeg bagus sendiri merupakan lomba putra putri terbaik GDFI 2015 dengan nuansa Hindu.

Gelar DGFI, Ikatan Mahasiswa Hindu Dharma ajak Mahasiswa Bebas dari Kebodohan

Gelar DGFI, Ikatan Mahasiswa Hindu Dharma ajak Mahasiswa Bebas dari Kebodohan

Sejumlah UKM Hindu juga turut berpartisipasi antara lain, UNIKAHIDA UB, KMHD Polinema, Eka Dharma Cakti UMM, WTC UNMER, KMHD UM, serta ASNA (Asrama Gunung Agung) dan KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia) PC Malang.

Made Danindra mengatakan, dengan melibatkan seluruh UKM Hindu ia berharap solidaritas antar mahasiswa hindu akan tetap terjaga dan makin solid. Bahkan tidak hanya mahasiswa hindu saja, namun juga mahasiswa lintas agama. “Sebisa mungkin mahasiswa hindu merangkul mahasiswa non hindu, karena tujuan kita sama untuk membawa generasi Indonesia lebih baik,” harapnya.

Sementara itu Dr.Eng.Ir I Made Wartana MT., Wakil Rektor III ITN Malang mengatakan, kegiatan keagamaan sangatlah penting dan didukung oleh institusi karena sejalan dengan visi ITN Malang. “Sesuai dengan visi ITN untuk menghasilkan sumber daya yang luhur, berbudi luhur dan mampu berkiprah dalam dunia global, maka kegiatan peningkatan soft skill dan spiritual skill harus didukung,” ujarnya saat ditemui di sela-sela acara.

Harapannya kegiatan-kegiatan tersebut mampu membantu menghasilkan sarjana yang sujana, tidak hanya ahli di bidangnya namun juga memiliki atitute yang baik. “Ini juga sebagai upaya menangkal dampak negatif seperti penyalahgunaan narkoba dan radikaliasme,” pungkasnya. (mer/humas)