Cegah Krisis Air, Keluarga Mahasiswa Katolik Tanam 100 Pohon untuk Ubalan

Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bersama karang taruna ramai-ramai tanam 100 bibit pohon di Ubalan, Desa Balesari, Kec Ngajum Kab Malang, Minggu (8/4) lalu.

“Kami ingin membangun kesadaran akan pentingnya tumbuhan untuk masa depan. Khususnya untuk mencegah krisis air,” tutur Cristian Candra Aditia Rezki penanggung jawab kegiatan.

Kegiatan ini pun diapresiasi dan disupport oleh Perum Jasa Tirta dengan memberikan 100 bibit pohon secara cuma-cuma. Terdiri dari empat jenis bibit pohon yakni, gaharu 30 bibit, juwet putih 30 bibit, kluwih 30 bibit, serta palem putri 20 bibit.

Menurut mahasiswa asal NTT ini, ada alasan khusus dalam memilih lokasi penanaman bibit pohon. Dengan meminta pertimbangan dari Dinas Kehutanan, maka direkomendasikan di Dusun Ubalan, Desa Balesari. Salah satu pertimbangannya adalah tersediannya air yang cukup untuk merawat bibit pohon, karena di Dusun Ubalan tersedia sumber mata air.
“Kalau ditanam di Ubalan maka kegiatan (tanam pohon) ini tidak sia-sia. Karena dekat dengan mata air dan masyarakat juga bersedia merawat. Kalau di tempat lain akan kesulitan dalam mencari air,” beber Tian biasa disapa. Untuk itulah bersinergi dengan masyarakat khususnya karang taruna sangat penting.

Kegiatan bertema “Selamatkan bumi selamatkan masa depan kita” ini merupakan rangkaian kegiatan dies natalis KMK ke 36. Tahun-tahun sebelumnya menurut Tian kegiatan dilakukan dengan bakti sosial ke panti asuhan, atau membantu anak-anak cacat. Maka untuk tahun ini dibuat berbeda.

Cegah Krisis Air, Keluarga Mahasiswa Katolik Tanam 100 Pohon untuk Ubalan

Cegah Krisis Air, Keluarga Mahasiswa Katolik Tanam 100 Pohon untuk Ubalan

“Supaya kita merasa di rumah sendiri. Dimanapun berada kita harus bisa hadirkan rasa memiliki dan tanggung jawab untuk merawat, menjaga agar kedepannya (lingkungan) menjadi lebih baik, bersih dan hijau,” terang mahasiswa Teknik Geodesi semester dua ini.

Marito Jose Colo Ketua KMK juga berharap kegiatan tanam pohon ini berguna bagi warga desa. “Di Desa Ngajum ada SMP, kami juga ingin menyadarkan adik-adik SMP tentang pentingnya menjaga lingkungan,” imbuh mahasiswa Teknik Geodesi semester enam ini.

Dan gembiranya, kepala desa berencana menjadikan Desa Balaisari menjadi desa wisata dengan potensi sumber mata airnya. (mer/humas)