Angkat Tema Pestisida, SMAN Taruna Nala Jawa Timur Jadi Jawara

Prestasi gemilang akhirnya ditorehkan oleh SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur pada gelaran “Chemical Engineering Olympic” Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Rabu (9/5). Kemenangan ini setelah SMAN Taruna Nala mengumpulkan total nilai 363.9 dari tiga tahap yakni, penyisihan, praktikum dan debat.

Terdiri dari tiga siswa atas nama Nurin Krisfina Awalaia Yasin, Adhelena Belinda Saputri, Phelia Hammam Munadhil. Mereka mengungkapkan kegembiraannya saat meraih juara pertama pada Olimpiade Kimia SMA/SMK sederajat yang dihelat oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) ITN Malang.

“Senang sekali akhirnya SMAN Taruna Nala menjadi juara satu, dan kami sangat bangga,” ungkap Phelia biasa disapa.

SMAN Taruna Nala merupakan satu diantara lima tim yang lolos sampai tahap final. Sebelumnya mereka dan semua tim mengikuti tes secara online di sekolah masing-masing. Dari hasil tes online tersebut oleh panitia olimpiade Teknik Kimia diambil lima tim dengan nilai tertinggi.

“Setelah melewati tes online kami beserta tim yang lain mengikuti tes praktikum di laboratorium Teknik Kimia dan debat,” kata Phelia. Dia menceriterakan saat praktikum timnya mendapat materi alkali metri. Mereka diminta membuat titran dan titrat untuk diuji dengan indikator basa.

Sedangkan saat debat SMAN Taruna Nala mendapat tema “Pestisida baik untuk tanaman”. “Sebenarnya pestisida efektif untuk membunuh hama. Tapi kebanyakan orang mengira dampaknya tidak baik. Padahal bergantung pemakaian dari individunya,” terang Adhelena Belinda Saputri, yang pernah jadi juara dua di olimpiade Teknik Kimia ITN Malang tahun 2017 lalu.

Agar baik maka pemakaian pestisida harus memenuhi standart yang benar. Phelia memperjelas beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain, petani harus memakai peralatan yang sesuai standart, saat penggunaan pestisida dijauhkan dari sumber air konsumsi masyarakat, pencampuran pestisida di tempat tertutup, setelah dipakai alat harus dicuci. “Jangan lupa segala sesuatu yang terkena pestisida harus disendirikan, seperti baju dan ember,” imbuhnya.

Kesuksesan tim SMAN Taruna Nala dalam debat diapresiasi oleh Abdul Ghofir guru pendamping. Ia berharap anak didiknya kelak bisa lebih baik lagi. “Harapan saya mereka terus berusaha dan belajar. Usaha itu adalah sebagia wujud rasa syukur dan terimakasih atas kemampuan yang diberikan Tuhan. Caranya, ya dengan terus belajar,” pesannya. (mer/humas)