Pesan Kesantunan dan Persatuan Warnai Peringatan Malam Nuzulul Quran ITN Malang

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar peringatan malam Nuzulul Quran pada bulan Ramadhan, Jumat (01/6). Acara diawali dengan buka bersama dan diteruskan dengan sholat Maghrib berjamaah yang diimami oleh Drs. Nurbani Yusuf, Msi., Ketua Pengurus Muhammadiyah Kota Batu, sekaligus memberikan ceramah tentang Nuzulul Quran. Sedangkan sholat Isya dan Tarawih diimami oleh Rektor ITN Malang.

Dalam ceramahnya Nurbani Yusuf mengajak jamaah untuk kembali meneladani sifat rosulullah. Misalnya dalam hal adab kesantunan yang bisa diterapkan mulai dari kehidupan keluarga. “Dalam memberikan nasehat seyogyanya tidak di depan orang lain. Contohnya dalam kehidupan keluarga, menasehati isteri tidak di depan anak-anak. Merasa benar saja tidak cukup tapi perlu kesantunan. Seperti halnya rosulullah dalam hal berbicara sangat santun tapi tegas. Mari kita teladani perilaku beliau,” terangnya.

Ustad sekaligus dosen yang tinggal di Bumiaji Kota Batu ini menjelaskan, di dalam diri rosulullah Mohammad SAW, ada akhlak yang tinggi, namun sayang umat Islam saat ini yang merasa pintar semakin hilang kesantunanya. “Saat ini banyak orang pinter hilang akal, hilang kesantunan. Buktinya hanya karena persoalan kecil mereka saling berdebat dan saling menjelekkan,” imbuhnya.

 

Pesan Kesantunan dan Persatuan Warnai Peringatan Malam Nuzulul Quran ITN Malang

Pesan Kesantunan dan Persatuan Warnai Peringatan Malam Nuzulul Quran ITN Malang

 

Sedangkan Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., Rektor ITN Malang menekankan untuk memanfaatkan waktu dengan memperbanyak membaca Al Quran dan tadarus. “Kalau membaca Al Quran tidak hanya membaca saja, namun bagaimana kita bisa menerapkan dalam kehidupan,” tutur rektor saat ditemui usai acara.

Rektor berharap dengan adanya peringatan Nuzulul Quran yang dilaksanakan setiap tahun bisa menjadi berkah bagi seluruh civitas akademika ITN Malang. “Membawa berkah dalam arti persatuan dan kesatuan harus ditanamkan serta dilaksanakan di ITN Malang, karena warga ITN dari berbagai agama,” pesan rektor. (mer/humas)